logo

Indonesia Dorong Peran Positif AS Ciptakan Stabilitas Kawasan

Indonesia Dorong Peran Positif AS Ciptakan Stabilitas Kawasan

Foto: Dok Kemlu.
14 Juli 2021 21:13 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Indonesia mendorong peran Amerika Serikat (AS) bersama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang aman, stabil, sejahtera, dan damai. Untuk itu, kebiasan dialog harus diutamakan ketimbang konflik, kepercayaan strategis ketimbang defisit kepercayaan, dan kolaborasi ketimbang kompetisi.

Demikian penegasan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN-AS yang digelar secara virtual, Rabu (14/07/2021).

“Prinsip-prinsip ini tertuang dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific dan harus menjadi pedoman dalam kemitraan ASEAN-AS ke depan,” kata Menlu Retno dikutip dari laman resmi Kemenlu.

Dilaporkan Associated Press, Blinken menggarisbawahi penolakan AS atas klaim Tiongkok di Laut China Selatan yang melanggar hukum. Ia menekankan bahwa Washington mendukung negara-negara yang berselisih dengan Beijing terkait sengketa laut itu.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan, pertemuan Blinken dengan blok 10 negara Asia Tenggara juga membahas pandemi virus Corona. Hal ini sempat disinggung karena    lonjakan infeksi membuat sistem kesehatan negara-negara Asia Tenggara itu kewalahan dan kian membuat ekonomi kawasan hancur.

Lebih jauh Menlu Retno menekankan perlunya memperkuat kerja sama dalam melestarikan perdamaian dan stabilitas kawasan. Isu Myanmar disampaikan oleh Menlu RI yang masih terus menjadi perhatian dan prioritas ASEAN. “Sekarang merupakan saat yang kritis, dimana Five-Point Consensus perlu segera diimplementasikan”, ujarnya.

Secara khusus Indonesia mengapresiasi kepemimpinan AS dalam menangani pandemi global, khususnya komitmen berbagi 500 juta vaksin kepada negara-negara lain untuk mengatasi kesenjangan akses vaksin. Apresiasi juga diberikan untuk dukungan AS terhadap TRIPS waiver di WTO.

Menlu Retno menegaskan kembali bahwa dalam situasi sulit seperti sekarang ini dibutuhkan kolaborasi lebih dari sebelumnya. Kompetisi dan rivalitas di kawasan hanya akan mengganggu upaya global dalam upaya memerangi pandemi. "Energi kolektif perlu difokuskan untuk mengakhiri pandemi dan pulih," katanya.

Indonesia menyambut baik kembalinya AS kepada multilateralisme dan mendorong peran positif AS yang lebih besar di kawasan.

“Kepemimpinan AS dalam kerja sama internasional dan multilateralisme akan berkontribusi membuat dunia tempat yang lebih baik bagi semua. Kerja sama harus diutamakan,” kata Menlu.

Indonesia mendorong peran positif AS yang lebih besar di kawasan. Hubungan yang baik antara AS dan ASEAN akan bermanfaat tidak hanya bagi ASEAN tetapi juga bagi AS. "Peran positif AS akan berkontribusi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," ujarnya.

Sementara itu negara-negara ASEAN lainnya secara umum menyampaikan harapan agar AS dapat terus menjadi mitra strategis yang mendukung sentralitas ASEAN di kawasan.

Bantu Pulihkan Ekonomi

Di sisi lain, Menlu AS Anthony Blinken menyampaikan komitmen untuk terus membantu ASEAN dalam pemenuhan vaksin di kawasan dan pemulihan ekonomi pasca Covid-19. AS juga mendorong peningkatan kerja sama di bidang penanganan perubahan iklim, ekonomi hijau, energi terbarukan, dan pembangungan yang berkelanjutan di kawasan.

“ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ke-4 untuk AS, untuk itu, AS berkomitmen untuk mendukung dan membantu pemulihan ekonomi di kawasan”, ucap Menlu Blinken.

Lebih jauh AS akan meningkatkan climate financing setiap tahunnya mulai 2024 untuk mendorong kapasitas ASEAN dalam upaya mitigasi perubahan iklim, dan akan terus bekerja sama di bidang cyber-crime dan ekonomi digital.

Pertemuan ASEAN-AS dipimpin bersama oleh Menlu AS dan Menlu Laos selaku country coordinator kemitraan ASEAN-AS. Pada periode berikutnya yang akan dimulai  Agustus 2021 hingga Agustus 2024, posisi country coordinator akan dipegang oleh Indonesia.

Prioritas kerja sama ASEAN-AS yang akan didorong Indonesia dalam tiga tahun ke depan adalah pengembangan ketahanan kesehatan di kawasan, pengembangan SDM, pengembangan ekonomi kreatif dan digital, serta implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Sebelumnya di awal pertemuan, Sekjen ASEAN Dato’ Lim Jock Hoi menyampaikan berbagai perkembangan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi di kawasan. Sekjen ASEAN juga mendorong AS mendukung berbagai inisiatif ASEAN dalam penanganan pandemi, antara lain ASEAN Comprehensive Recovery Framework dan ASEAN Travel Corridor Arrangement.

Dalam konteks pemulihan ekonomi, Sekjen ASEAN mendorong AS untuk mendorong sustainable economic recovery dan memperkuat kerangka multilateralisme untuk mendukung pemulihan ekonomi. ***

 

Editor : Pudja Rukmana