logo

Endang Maria: Pembatalan Haji 2021 Dinilai Sudah Tepat, Polemik Berakhir!

Endang Maria: Pembatalan Haji 2021 Dinilai Sudah Tepat, Polemik Berakhir!

Anggota Komisi VIII DPR RI Hj Endang Maria Astuti, S.Ag. SH MH memberikan sambutan saat launching dan serah terima mobil ambulance dan tanki air dari Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) kepada Lazismu
19 Juni 2021 23:59 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Anggota Komisi VIII DPR RI Hj Endang Maria Astuti, S.Ag. SH MH menilai keputusan Pemerintah membatalkan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M adalah sudah tepat.

Alasannya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memang tidak membuka ibadah haji untuk jamaah dari luar negeri, termasuk jamaah Indonesia.

“Jadi menurut saya sudah tepat ketika Menteri Agama RI dengan didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI dan unsur dari MUI serta NU dan Muhammadiyah memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan haji tahun ini pada awal Juni lalu,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Legislator Komisi Agama yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI ini menyebut Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M setelah melakukan serangkaian mitigasi dengan mempertimbangkan banyak aspek seperti aspek kesehatan dan keselamatan jamaah saat pandemi Covid-19 masih juga mengepung tanah suci Mekkah.

Srikandi Golkar ini menekankan aspek terpenting yang menjadi pertimbangan utama adalah aspek keselamatan jamaah haji Indonesia mengingat masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Arab Saudi.

“Jadi intinya itu adalah bagaimana agar jamaah haji kita ini aman dan selamat makanya pembatalan haji tahun ini sebagai kaputusan negara yang tepat untuk menyelamatkan rakyatnya saat ingin menunaikan ibadah Rukun Islam ke 5 ini,” tandasnya.

Terbukti, kata pengurus KPPG ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akhirnya memang tidak membuka ibadah haji untuk jamaah luar negeri melainkan hanya diperuntukkan bagi 60.000 jamaah haji dalam negeri dan ekspatriat saja yang memang keberadaannya sudah cukup lama di wilayah Arab Saudi.

“Itu menunjukkan bahwa keputusan Pemerintah Indonesia sudah tepat dan tidak perlu dijadikan polemik berkepanjangan di masyarakat yang justru menghabiskan energi bangsa saat Indonesia masih belum bisa keluar dari krisis pandemi. Terlebih lonjakan terpapar virus paska lebaran makin tinggi, termasuk munculnya Varian Delta yang begitu cepat penularannya,” jelasnya sembari menunjukkan lagi bahwa keputusan pembatalan haji oleh Menag RI yang diamini dengan keputusan penutupan ibadah haji untuk jamaah dari luar Arab Saudi adalah senada untuk keselamatan jemaah haji.

Oleh karena itulah, Wakil Rakyat Dapil Jateng IV ini mengajak jamaah haji yang batal berangkat ke tanah suci pada tahun lalu maupun tahun ini untuk tetap bersabar, ikhlas, terus berdoa dan terus bertawakal kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan kehidupan menjadi normal agar ibadah haji tahun depan bisa kembali dilaksanakan.

“Insya Allah doa jemaah haji yang batal berangkat ke Arab Saudi ini didengar oleh Allah SWT,” ucap aktivis perempuan yang sebelumnya adalah pengajar ini.

Seperti diberitakan media, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada 12 Juni 2021 mengumumkan bahwa pelaksanaan Ibadah Haji tahun 1442 H/2021 M hanya dapat dilakukan oleh penduduk Arab Saudi dan ekspatriat yang bermukim di Arab Saudi dengan kuota sebanyak 60.000 jemaah.

Hal ini sejalan dengan keputusan Pemerintah Indonesia yang pada tanggal 3 Juni 2021 sudah memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1442 H/2021 M atau merupakan kali kedua pembatalan haji sejak pandemik Covid-19.***

Editor : Markon Piliang