logo

Bupati Dukung Pengembangan SDM Pertanian, Kabupaten Manokwari Siap Jadi Percontohan

Bupati Dukung Pengembangan SDM Pertanian, Kabupaten Manokwari Siap Jadi Percontohan

17 Juni 2021 12:32 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - MANOKWARI: Bupati Manokwari, Hermus Indou mendukung penuh pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang menjadi program utama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. Bahkan, Hermus ingin daerahnya menjadi percontohan bagaimana sektor pertanian mampu menjadi penopang perekonomian daerah.

"Kami sangat mendukung pengembangan SDM pertanian, khususnya di Kabupaten Manokwari ini. Kami ingin menjadi percontohan daerah yang berhasil dalam hal pertanian di Indonesia dengan produktivitas yang luar biasa," kata bupati di ruang kerjanya, Rabu (16/6/2021).

Untuk mendukung pengembangan pertanian di Manokwari, Hermus memaparkan ada dua langkah yang telah dipersiapkannya. Pertama, ia akan menjajaki kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang bergerak di sektor pertanian seperti Polbangtan Manokwari dan lembaga lainnya. 

"Kerja sama itu untuk memastikan agar disiplin ilmu yang dimiliki lembaga pendidikan bisa terdistribusi untuk membantu pembangunan pertanian di Manokwari," tutur Hermus.

Kedua, ia berkomitmen memperhatikan dan membangun kapasitas SDM penyuluh. "Penyuluh kita perhatikan betul kondisinya, utamanya formasi mereka di kelembagaan. Petani juga kita perhatikan, utamanya dalam hal etos kerja," papar dia.

Hermus juga mengaku mendukung penuh program petani milenial yang dicanangkan oleh Kementan. Sebab, regenerasi di sektor pertanian menurutnya memang harus dipersiapkan dari saat ini. "Saya juga dukung program petani milenial karena ini bagian dari proses regenerasi. Berikutnya, agar tak terjadi alih fungsi lahan kami sudah memiliki Perda perlindungan lahan persawahan," papar Hermus.

Hermus ingin daerahnya mampu memenuhi kebutuhan daerah mereka sendiri. Untuk itu, ia berharap Kementan dapat memberikan pelatihan-pelatihan sehingga terjadi transfer knowledge kepada penyuluh dan petani di Manokwari.

"Konsep ke depan petani harus menjadi pengusaha. Petani yang tak hanya sekadar berproduksi, tapi juga menguasai jejaring pasar. Kita ingin betul-betul membangun pertanian kita. Pertanian tak boleh hanya menjadi pekerjaan sampingan saja. Era pandemi ini terbukti pertanian ini menjadi penopang utama perekonomian nasional," tutur bupati.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengapresiasi visi dan misi Bupati Mnokwari terhadap sektor pertanian. Ia meminta daerah lain mencontoh komitmen Bupati Manokwari. "Visi misi beliau ini terhadap sektor pertanian sangat luar biasa dan ini harus jadi percontohan bagi daerah lain," kata Dedi.

Saat ini, pertanian bukan hanya sekadar memproduksi saja, tetapi juga harus bisa mengemas dan memasarkan produk. "Harus dipikirkan bagaimana melihat pertanian jauh ke depan, komprehensif dan integral mulain dari hulu sampai hilir. Pertanian saat ini bukan hanya memproduksi, tetapi juga mengemas dan menjual. Dengan begitu kesejahteraan petani juga meningkat," kata Dedi.

Ke depan, kerja sama yang akan dijalin antara Kementan dan Pemkab Manokwari adalah meningkatkan kapasitas SDM penyuluh dan petani. "Kata kunci keberhasilan pertanian adalah peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas itu harus dimulai dengan peningkatan kapasitas penyuluh dan petani kita," ujarnya.

Di sisi lain, hal yang juga dikerjasamakan di Kabupaten Manokwari adalah pembangunan petani milenial. "Petani milenial juga menjadi fokus kita karena regenerasi amat dibutuhkan. Kita bangun kapasitasnya, keterampilannya juga wawasannya," tutur Dedi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, peningkatan kapasitas SDM pertanian amat diperlukan karena sektor pertanian telah masuk di era teknologi digital, sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi. Para generasi muda didorong mengambil peran khususnya dalam bidang pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif.

"Pertanian saat ini tidak sama lagi dengan pertanian sebelumnya. Kita masuk pertanian internet of thinking, menggunakan artificial intelegent, satelit sudah main, pertanian itu keren," tutur dia.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto