logo

BI Solo: Pertumbuhan Ekonomi Solo Mengarah Ke Tren Positif

BI Solo: Pertumbuhan Ekonomi Solo Mengarah Ke Tren Positif

Aktivitas ekonomi di Kota Solo mulai menggeliar
10 Juni 2021 21:34 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pertumbuhan ekonomi di Kota Solo, memasuki zona positif, menyusul aktivitas perekonomian di Kota Solo yang mulai menggeliat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, membaiknya perekonomian di Kota Solo bisa dilihat dari dua hal.

"Yakni, meskipun saat Lebaran ada pembatasan mudik tetapi permintaan uang kartal justru meningkat," jelasnya.

Jika tahun lalu realisasi hanya Rp3 triliun, tahun ini terealisasi sebesar Rp4,52 triliun atau naik dari prediksi sebesar Rp3,7 triliun.

Yang kedua, terlihat dari data traffic jalan tol, baik yang keluar atau masuk ke Kota Solo, cukup tinggi. Sehingga, pihaknya optimis pertumbuhan ekonomi akan memasuki zona positif dan tinggi.

"Kalau saat ini masih terkontraksi 0,74 persen. Tetapi, secara tren kemarin mulai dari minus 5, kemudian minus 3, minus dua dan sekarang minus 0,74 persen," jelasnya lagi.

Kondisi tersebut menunjukkan tren positif. Karena pada triwulan dua tahun lalu pertumbuhan ekonomi rendah yakni minus 5 maka ada faktor base, kalapun saat ini positif 2 maka terjadi pertumbuhan 7 persen.

"Maka pada triwulan kedua ini pertumbuhan ekonomi akan sangat tinggi yakni 7 persen bahkan lebih. Kami optimis Solo memasuki zona positif apalagi berdasarkan pengalaman, pertumbuhan ekonomi di Solo selalu lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah dan nasional," paparnya.

Lebih lanjut Nugroho mengatakan angka kredit di Kota Solo juga menunjukkan hal yang positif dibandingkan nasional. Angka kredit nasional negatif 11 persen sedangkan Kota Solo menunjukkan angka positif meskipun mengalami penurunan.

"Biasanya di atas 10 persen," ujarnya.

Meskipun dirinya optimis pertumbuhan ekonomi di Kota Solo menunjukkan tren positif tetapi ada faktor yang harus diwaspadai. Yang akan mempengaruhi pertumbuhan perekonomian.

"Jika kasus Covid-19 melonjak maka akan ada pembatasan dimana hal itu akan mempengaruhi aktivitas ekonomi," katanya.

Menurut Nugroho, jika ada lonjakan Covid maka dampaknya akan menghambat ekonomi. Pihaknya berharap vaksinasi Covid-19 bisa dipercepat sehingga angka Covid turun.

"Protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi sumber keyakinan dalam aktivitas ekonomi," pungkasnya. ***

Editor : Pudja Rukmana