logo

15 Kali Kalah Di Sidang, Pemkot Solo Tetap Perjuangkan Lahan Sriwedari

15 Kali Kalah Di Sidang, Pemkot Solo Tetap Perjuangkan Lahan Sriwedari

Lahan Sriwedari, objek sengketa antara Pemkot Solo dan ahli waris. (Ist)
10 Juni 2021 21:02 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah kembali kalah dalam sidang kasus perebutan lahan Sriwedari dengan ahli waris Wiryodiningrat. Dengan kekalahan itu, Pemkot Solo berarti sudah mengalami kekalahan ke-15 kalinya dalam kasus tersebut.

Menanggapi hasil sidang perdata yang berlangsung Rabu (9/6/2021) kemarin, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan Pemkot Solo tetap akan memperjuangkan lahan Sriwedari.

"Kita lanjutkan tetap kita perjuangkan. Tenang saja, kita tetap perjuangkan terus sampai balik lagi ke warga Solo," jelas Gibran.

Disinggung apakah akan ada koordinasi dengan pusat, ternasuk presiden, Gibran mengatakan sampai saat ini belum ada.

"Nanti saja, kita handel sendiri saja. Kita lanjutkan perjuangan gakpapa," katanya.

Sebelumnya dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri Solo, Rabu (9/6/2021), majelis hakim memutuskan tidak dapat menerima gugatan yang diajukan Pemkot Solo. Sidang tersebut dipimpin Hakim Ketua Pandu Budiono dengan majelis Frederik Frans dan Heru Budyanto itu memutuskan gugatan yang dilayangkan Pemkot Solo ditujukan kepada ahli waris yang sudah meninggal dunia.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum Pemkot Solo, Wahyu Winarto langsung menyatakan banding.

"Kita tetap banding, masih ada kemungkinan. Ini demi mempertahankan Sriwedari untuk masyarakat," katanya.

Wahyu mengatakan Pemkot Solo masih memiliki peluang untuk mempertahankan lahan Sriwedari terutama di lahan Hak Pakai (HP) 26 dan HP 46.

Sengketa lahan antara Pemkot Solo dengan ahli waris Wiryodiningrat atas tanah Sriwedari itu sudah berjalan hingga lebih dari empat dekade. Ahli waris Wiryodiningrat menggugat Pemkot Solo yang menguasai lahan dulu dikenal sebagai Bon Rojo (kebun raja) itu. Dalam beberapa persidangan, baik peradilan perdata maupun Peradilan Tata Usaha Negara, ahli waris berhasil menang. Pengadilan pun akan mengeksekusi lahan itu. Namun, Pemkot Solo terus melakukan perlawanan. ***

Editor : Pudja Rukmana