logo

Pemeran Sinetron “Anak Langit” Itu Ternyata Atlet Taekwondo

Pemeran Sinetron “Anak Langit” Itu Ternyata Atlet Taekwondo

Foto: Dok Humas KONI DKI.
10 Juni 2021 20:42 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pernah menonton sinetron berjudul Anak Langit? Kalau pernah tentu Anda tidak asing dengan wajah salah satu pemeran dalam sinetron tersebut. Dia adalah Touriq Muhammad Havis, atlet taekwondo DKI Jakarta yang sedang dipersiapkan untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Touriq mengaku sudah terlibat dalam sinetron kejar tayang Anak Langit pada episode ke-400. Sekarang sinetron tersebut sudah menyelesaikan 1000 episode, dengan jadwal syuting yang padat 4 – 5 episode setiap minggu.

“Saat ikut casting dan syuting ketika masih duduk di bangku SMP. Saat ini usia saya sudah 22 tahun, dan kuliah di Teknik Elektro semester 8 dengan beasiswa gratis dari Universitas Mercu Buana. Jadi kalau dihitung-hitung sudah berapa tahun saya syuting sintron Anak Langit itu,” katanya.

Dari hasil membintangi satu sinetron itu saja, ia mengaku sudah memiliki mobil, motor Kawasaki Tracker serta sudah merenovasi rumah orangtuanya menjadi 2 tingkat.

Ketika ditanya untuk apa uang hasil latihan yang diterimanya tiap bulan dari KONI DKI, menurut dia cukup untuk hidup. Karena ia mengaku hidup dengan berhemat.

“Saya tidak mengikuti gaya hidup anak muda zaman sekarang. Saya tidak beli handphone model terbaru atau beli sepatu mahal. Untuk saya, sepatu hanya beli sekali dan bisa dipakai ber-tahun tahun,” lanjutnya.

Kini Touriq mengaku sedang berlatih keras untuk PON Papua. Namun ketika ditanya jika berhasil meraih medali emas bonusnya untuk apa, ia menjawab dengan tegas untuk mengantar orangtuanya menunaikan ibadah haji.

Lantaran sibuk latihan sekarang, Touriq mengaku untuk sementara istirahat syuting sinetron. Karena ia tidak mau program latihan menjadi tidak fokus kalau keduanya dijalankan secara bersamaan.

“Saya harus mengorbankan salah satu agar fokus. Bagi saya, menjadi atlet Pelatda PON DKI adalah kebanggaan dan untuk mencari pengalaman dan cita cita saya menjadi atlet pelatnas dan ikut Olimpiade di kelas 58 kg. Menjadi atlet taekwondo membuka jalan saya untuk mencari pengalaman lain dan membuka rejeki pendapatan saya,” tutupnya. ***

Editor : Markon Piliang