logo

BPJAMSOSTEK Gresik Garap Para Penerima KUR Bank Mandiri

BPJAMSOSTEK Gresik Garap Para Penerima KUR Bank Mandiri

10 Juni 2021 15:53 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - GRESIK: BPJAMSOSTEK Cabang Gresik semakin aktif menyasar kepesertaan dari pekerja sektor non formal yang potensinya masih sangat besar di wilayah Gresik. Kali ini mereka menggelar sosialisasi untuk membidik para debitur penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)  Bank Mandiri.

Menurut Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Gresik, Ahmad Fauzie Usman, ketentuan penerima KUR harus ikut BPJS Ketenagakerjaan sudah diatur dalam Inpres No 2 Tahun 2021, tapi prakteknya belum. "Kami ingin para penerima KUR itu paham dulu tentang manfaat BPJAMSOSTEK. Sehingga masuk jadi peserta atas kesadaran sendiri," ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Dalam sosialisasi itu, Ahmad Fauzi menjelaskan tentang hak mendapatkan perawatan rumah sakit hingga sembuh dan santunan untuk yang meninggal dunia.Termasuk beasiswa yang nilainya Rp87 juta per anak, untuk 2 orang anak peserta yang meninggal dunia.

Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kelanjutan keluarga penerima KUR yang ketika usahanya belum berkembang, malah mengalami kecelakaan kerja atau kematian. "Hanya dengan iuran minimal Rp 16.800, biaya mahal rumah sakit ditanggung semua, ada santunan Rp42 juta kalau meninggal normal, dan yang penting ada kepastian pendidikan anak mereka tidak terputus," ujarnya didampingi Kacab Gresik Driyorejo, Herni Vitriani.

Sementara Branch Manager Bank Mandiri Gresik, Agus Wahyudi mengaku bersyukur ada BJAMSOSTEK yang siap mengambil resiko ketika penerima KUR-nya mengalami kecelakaan kerja dan kematian. "Usaha debitur KUR kami semuanya punya resiko kerja. Ada yang pedagang kelontong, pedagang keliling, petani, jual beli motor dan sebagainya," ujarnya.

Pihaknya mengakui sampai saat ini kebanyakan debiturnya masih belum paham bahwa ada pihak yang menyediakan jaminan perlindungan sosial untuk kasus kecelakaan kerja dan kematian. "Kami akan anjurkan kepada debitur kami untuk mendaftar. Karena ada manfaat lebih yang bisa diambil, apalagi nilai iuran bulanan yang sangat kecil ini," ujarnya.

Dalam sosialisasi yang digelar di Hotel Pesonna Gresik hari ini, mayoritas debitur KUR Bank  Mandiri Gresik itu baru paham soal BPJAMSOSTEK.  Hampir seluruh peserta sosialisasi itu baru tahu bahwa pekerja non formal seperti mereka bisa juga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan 

Menurut Ahmad Fauzi, setelah sosialisasi kepada para debitur KUR ini, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bank Mandiri Cabang Gresik untuk memastikan jaminan perlindungan bagi seluruh debiturnya. Pihaknya akan berupaya agar para penerima KUR yang baru nantinya, bisa otomatis dimasukkan jadi peserta BPJAMSOSTEK.

Selain debitur KUR Bank Mandiri, BPJAMSOSTEK Gresik  juga akan melakukan hal yang sama pada seluruh penerima KUR di Kabupaten Gresik. "Menyusul Bank Mandiri, kami akan garap penerima KUR BRI. Targetnya perbankan milik pemerintah dulu," ujarnya.***
.

Editor : Markon Piliang