logo

Petani Cinangka Dapat Pengetahuan Baru Dari Sekolah Lapang IPDMIP

Petani Cinangka Dapat Pengetahuan Baru Dari Sekolah Lapang IPDMIP

10 Juni 2021 15:05 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - SERANG: Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), membuat petani di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, mendapatkan pengetahuan baru. 

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan petani di Daerah Irigasi (DI) Cikuray dan Cinenten yang tergabung dalam kegiatan Sekolah Lapang (SL) ini. Sebab mereka bisa berperan aktif dan melakukan praktek di lapangan secara langsung terkait ilmu pertanian yang diajarkan . 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus bisa menyerap ilmu yang dibagian dalam kegiatan IPDMIP.

"Petani harus bisa menyerap ilmu yang diberikan IPDMIP. Karena program ini digelar untuk meningkatkan produktivitas pertanian," tuturnya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

"Petani diharapkan bisa menyerap ilmu serta menerapkannya di lahan pertanian masing-masing," tuturnya.  

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) IPDMIP di Kecamatan Cinangka, dipandu oleh penyuluh pertanian, pendamping IPDMIP. Petugas pengendalian OPT juga turut serta dalam kegiatan sekolah lapang terutama untuk materi hama dan penyakit . 

Materi sekolah lapang yang disampaikan meliputi banyak hal, dari persemaian , pengolahan lahan, pola tanam, pengairan, pengendalian hama sampai panen dan pasca panen.

"Dengan adanya sekolah lapang, kita harapkan terjadi peningkatan kemampuan dan kesadaran petani dalam memanfaatkan lahan usataha taninya secara produktif, berani meningkatkan kepercayaan diri dalam mengadopsi praktek-praktek budidaya dan pengelolaan usaha tani yang lebih baik, seperti yang sudah diajarkan," tutur Dedi Nursyamsi lagi. 

Kegiatan SL ini disambut antusias peserta. Mereka memperhatikan dengan seksama tahapan-tahapan kegiatan yang dipraktekan hingga akhir kegiatan. 

Menariknya, beberapa petani peserta Sekolah Lapang (SL) di Desa Rancanggal sudah ada yang mau untuk menerapkan ilmu yang diberikan selama kegiatan sekolah lapang ini, salah satunya yakni pola tanam jajar legowo di lahan sawah milik mereka sendiri. 

Dengan sistem tanam jajar legowo, petani mendapatkan hasil panen yang lebih banyak jika dibandingkan sebelumnya. 

Dalam pertemuan terakhir sekolah lapang kali ini, baik di Daerah Irigasi (DI) Cikuray maupun Cinenten, peserta diajak memainkan sebuah game terkait dinamika kelompok. Dengan diberikan beberapa aturan main dan dibentuk kelompok kecil untuk menyelesaikan suatu misi. 

Keseruan dan teriakan kemenangan kian terdengar dari kelompok yang pertama kali berhasil menyelesaikan misi. Dimana inti dan maksud dari permainan yang diberikan adalah bahwasannya, untuk mencapai suatu tujuan secara efisien diperlukan strategi tertentu, perlu adanya komunikasi dan kerjasama diantara anggota kelompok agar tujuan dapat tercapai dan dirasakan oleh setiap anggota. 

Pesan lain yang ada dalam permainan ini sebaiknya dalam suatu kelompok tidak begitu saja membiarkan oranglain (di luar kelompok), mengatur cara kerja mereka. 

Kelompok diharapkan tetap berpegang teguh pada prinsip yang sudah mereka buat sendiri, diantaranya saling kompak, saling tolong menolong, saling mengayomi dan banyak saling yang dibangun untuk menjaga peningkatan produktivitas usaha tani bersama maupun menjaga rasa kekeluargaan yang sudah ada.***

Editor : Markon Piliang