logo

Kabupaten Sorong, Tak Pernah Kendor Lawan Covid-19

Oleh: Yacob Nauly

Kabupaten Sorong, Tak Pernah Kendor Lawan Covid-19

01 Juni 2021 14:33 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Yacob Nauly

Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Begitulah upaya Pemda kabupaten Sorong melawan ancaman Covid-19.

Tak pernah kendor, Perjuangan panjang Pemda  kabupaten Sorong  melawan pendemi itu, hingga saat ini. Bahkan, maksud baik pemerintah daerah  melawan atau membasmi penyebaran  pandemi ini pun,  didukung penuh warga setempat.

Ahmat, seorang penyitas Covid-19 setempat, mengaku perjuangan panjang pemerintah daerah (Pemda) Sorong, ia buktikan sendiri. “ Kabupaten Sorong memerangi Covid-19 sangat masif bahkan perawatan kami sebagai pasien pun sangat profesional hingga kami sembuh,”kata Amat di Aimas, Selasa (1/6/2021) pagi.

Ia menuturkan, sejak terjaring  akibat  terinfeksi Covid-19, pihaknya bersama  rekan-rekannya pasrah. Karena,  yakin akan pelayanan dan bimbingan Pemda kabupaten Sorong maksimal  terhadap warganya yang terinfeksi Covid19.

“Kami diangkut (dimobilisasi) langsung dari rumah masing-masing menuju gedung PKK kabupaten Sorong. Di sana, kami dirawat baik kesehatan maupun diberikan asupan  gizi dengan sangat lembut dan profesional,”katanya.

Bu Tri (46), warga Distrik Mariat,  penyitas Covid-19 lainnya di kabupaten Sorong, mengaku ia dan rekan-rekannya cepat sembuh dari infeksi virus corona karena pelayanan Pemda (pemerintah daerah) bagus.

“Terus terang saya katakan  bagus, karena pelayanan kesehatan baik, lalu gizi yang diberikan pun sesuai dengan yang diharapkan. Seperti, pagi makanan kecil, pukul 10.00 , makanan ringan  lalu siang dan malam disuguhi nasi, daging, telur ayam, sayur dan buah secara bergantian setiap hari,”katanya.

Menurut pengamatan Bu Tri, pasien Covid-19 di kabupaten Sorong umumnya sembuh dalam waktu paling lambat 2 pekan. Meski, memang belakangan dikabarkan ada juga  pasien  virus corona yang meninggal dunia, tapi jumlahnya sangat kecil, demikian Bu Tri.

Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru, menyebut, pihaknya akan terus melawan  ancaman Covid-19 di daerah ini hingga tuntas. Dengan, menginstrusikan kepada masyarakat untuk disiplin menjalankan   protokol kesehatan. Menegakkan 3 M (menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan rajin mencuci tangan di air mengalir menggunakan  sabun.

“Ini pandemi mematikan, bukan saja di Indonesia tapi di seluruh dunia. Karena itu, Pemda bersama masyarakat daerah ini bahkan juga dukungan pemerintah pusat terus memerangi Covid-19 agar tidak menginfeksi warga lebih banyak lagi,”katanya.

Jadi, lanjutnya, bukan saja memerangi Covid-19, tapi mendukung keekonomian warga kurang mampu dengan memberikan donasi “Sembako”.

“Kami terus memberikan bantuan ‘’Sembako’’ kepada warga kurang mampu baik saat ini maupun ketika warga menjalankan Ibadah Puasa di tahun 2020 juga  2021. Ini, kami lakukan agar imun  warga atau masyarakat setempat tetap kuat menghadapi ancaman Covi-19,”ujar Bupati Kamuru.

Di tempat terpisah, Sekretaris Tim Satgas Covid-19 kabupaten Sorong, Aminadab Lobat S.An.,M.Si, membenarkan. Bahwa, sejak awal penyebaran virus corona ke Indonesia  hingga saat ini  Posko penanggulangan Covid-19 di kabupaten Sorong, tetap atau  eksis memerangi pandemi ini.

“Jadi kami masih terus melaksanakan tugas di Posko Induk dan  yang lain, melaksanakan kegiatan di Puskesmas-Puskemsas  seluruh kabupaten ini. Koordinasi itu, melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan stakeholder terkait lainnya guna terus mendukung  kegiatan,
kata Lobat, di Posko Tim Satgas Covid-19, Kilo Meter 24, Aimas, ibu kota kabupaten Sorong, Senin (31/5/2021).

Nah, lanjutnya, untuk melindungi masyarakat kabupaten Sorong hingga di  pelosok setempat, pihaknya telah membentuk Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 tingkat distrik (kecamatan,Red) dan kampung. “Begitu ceritanya,”kata Lobat.

Pasien Covid-19

Perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sorong, dijelaskan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 kabupaten Sorong, Agustinus  H. Wabia.  “Hingga Senin (31/5/2021), situasi pasien Covid-19 di kabupaten Sorong tingkat kesembuhan 90,33 persen. Kemudian, angka kematian mencapai 3,84 persen.

Tercatat tambahan 3 kasus berasal dari distrik (kecamatan) Aimas, 2 orang dan Mariat  1 orang. Lantas, Komulatif pasien 703 orang. Tambahan sembuh 2 orang asal distrik Aimas dan Salawati 1 orang.

Terkait  komulatif sembuh 635 orang. Komulatif meninggal 27 orang  atau 3,84 persen. Maka,  kasus positif Covid-19 di kabupaten Sorong hingga Senin (31/5/2021),  tersisa 41 pasien.

Vaksinasi

  Agustinus H. Wabia, membeberkan, terkait perkembangan vaksinasi  di daerah ini hingga Mei 2021 berjalan sesuai peruntukannya, dari provinsi  dan pemerintah pusat.

Perkembangan program Vaksinasi Covid- 19 kabupaten Sorong per tanggal 18 Mei 2021. Bahwa, dari total penerimaan Vaksin Covid- 19 sebanyak 11. 180 dosis telah dilakukan vaksinasi.

Untuk dosis pertama sebanyak 4.930 dosis dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 2.310 dosis.

"Sehingga, yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama tetapi belum mendapat vaksinasi dosis kedua sebanyak 2.620 dosis,"kata Wabia.

Terkait vaksin, menurutnya, di gudang penyimpanan masih tersisa 3.940 dosis, hingga pertengahan Mei 2021, demikian Wabia, beberapa waktu lalu.

 Sosialisasi  M dan 3 T

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sorong, dr. Ronney Kaleseran menjelaskan lebih jauh tentang perkembangan Covid-19 di daerah ini.

“ Bahwa, kerja keras  Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong  dan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid- 19 maksimal. Utamanya,  dalam sosialisasi  protokol kesehatan 3 M (menggunakan  masker, menjaga  jarak dan mencuci tangan)  dan penerapan  3 T berdampak pada Peningkatan angka kesembuhan  pasien  Covid-19 di daerah ini.,”katanya.

Menggunakan masker, rajin mencuri tangan, menerapkan jarak fisik dan jarak sosial (menjauhi kerumunan) dapat menjadi cara sederhana. Tapi, cara ini bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di kabupaten Sorong istilah 3 M ini selain  non fisik tapi fisiknya  telah dipraktikkan oleh masyarakat daerah ini.

Kemudian 3 T. Testing atau pemeriksaan untuk memastikan bahwa seseorang mengidap Covid-19 atau tidak terus dilakukan. Ini, khusus  kepada mereka yang  dicurigai punya kontak  langsung dengan  penderita .  Hal tersebut  dilakukan melalui  tes Swab. Dan jika  sesorang terinfeksi, maka segera  dikarantinakan di ruang isolasi terpusat.

Tracing atau pelacakan kontak yang diduga terkait dengan Covid-19. Terkait pelacakan, terus dilakukan oleh tim khusus. Karena,  umumnya mereka  yang kontak langsung kepada  pasien  covid, itu  tinggal di daerah-daerah yang  jauh dari kabupaten Sorong. Sehingga, pelacakan untuk melakukan tes penting dilakukan.

Treatment atau perawatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif, terus dilakukan  sehingga, yang bersangkutan dapat kembali sehat. Nah, setelah diketahui terinfeksi, maka  pasien itu  dibawa untuk dirawat  pada ruangan isolasi terpusat di kabupaten Sorong. Tidak  melakukan  isolasi mandiri di rumah pasien.

Menurut dr. Ronney, pihaknya  telah gencar mengkampanyekan (sosialisasi) 3 m, pakai masker, menjaga jarak fisik dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

 “Masyarakat Kabupaten Sorong diimbau mulai dari kampung-kampung hingga perkotaan menjalankan  3 M itu. Dan, terbukti penularan  virus corona di kalangan masyarakat mulai menurun, ditandai dengan tingginya tingkat kesembuhan, serta  turunnya angka  kasus  terinfeksi baru ”kata Ronney.

Masyarakat kabupaten ini, lanjutnya, sudah terlihat menggunakan masker di mal, pasar dan jalan setempat.  Namun warga juga diingatkan agar  kalau sudah pakai masker jangan  lupa menjaga jarak fisik dan mencuci tangan.

“Terkadang, kalau sudah pakai masker, lupa jaga jarak  dan tidak  mencuci  tangan ketika masuk ke mal atau  bank setempat. Padahal, semua  institusi  yang berpotensi mengumpulkan  banyak orang  sudah    menjaga protokol kesehatan,”ujarnya.

"Artinya bahwa penularan Covid-19 masih terjadi, teruslah disiplin menerapkan protokol kesehatan," ajaknya.

Menggunakan masker, rajin mencuri tangan, menerapkan jarak fisik dan jarak sosial (menjauhi kerumunan) dapat menjadi cara sederhana yang bisa memutus mata rantai penyebaran . Di samping itu, akan diperketat 3 T sehingga upaya mempercepat pemutusan penyebaran virus mematikan  itu dapat terealisasi di kabupaten Sorong.

Dari  berbagai sumber di atas, disimpulkan bahwa hingga 1 Juni  2021, Pemerintah Daerah kabupaten Sorong  dan warga  terus berjuang melawan  serangan Covid-19 itu.

Ingat,virus corona tak kebal terhadap Pendeta, Imam, Uztad, Tentara, Polisi dokter atau wartawan. Semua manusia dapat dihinggapi virus corona mematikan itu. Makanya, tetaplah  waspada dan disiplin merapkan 3 M juga  menerima vaksinasi agar kebal dari serangan  virus mematikan itu (covid-19).  ***

Oleh: Yacob Nauly -  Wartawan suarakarya.id, Pemegang Kartu Utama UKW Dewan Pers, Sekretaris Penasehat PWI Sorong, Jurnalis Ubahlaku dan Mantan Ketua PWI Perwakilan Sorong.