logo

IPDMIP Di Kabupaten Asahan Lakukan Review Penyuluhan

IPDMIP Di Kabupaten Asahan Lakukan Review Penyuluhan

17 Mei 2021 12:25 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id -  

ASAHAN: Pada tahun anggaran 2021, IPDMIP akan kembali dilakukan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Program ini akan dimulai dengan kegiatan Pertemuan Review Penyuluhan  tingkat Kabupaten. Agendanya adalah Penetapan CPCL, Sekolah Lapang, dan review kegiatan IPDMIP selama tahun 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan IPDMIP akan membantu petani untuk meningkatkan produktivitas.

"Tujuan uama dari IPDMIP adalah meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di Daerah Irigasi. Untuk itu, IPDMIP harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, IPDMIP menggenjot produktivitas melalui peningkatan kapasitas SDM.

"Yang akan turut dibangun dalam program IPDMIP adalah kapasitas SDM pertanian, baik penyuluh, petani, petani milenial, poktan dan gapoktan," tuturnya.

Dedi menjelaskan, IPDMIP memiliki sejumlah program untuk mendukung hal tersebut.

"Peningkatan kualitas SDM akan dilakukan melalui sejumlah kegiatan, seperti Sekolah Lapang, juga berbagai pelatihan dan Bimtek," jelasnya.


Dalam review kegiatan yang dilakukan di Asahan, hadir PPL, Kepala UPT Penyuluhan, Staf lapang, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Selain itu, hadir juga perwakilan dari sejumlah dinas, yaitu Dinas Pertanian, Bappeda dan PUPR Kabupaten Asahan, serta Konsultan Regional 1 kordinator IPDMIP Asahan Radinson Saragih ST. Total jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang, terdiri dari 11 perempuan dan 19 laki - laki.

Pembukaan dilakukan oleh Kristina Nadeak, selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Sarana Prasarana (PSP) yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan.

Perwakilan PUPR menjamin ketersedian Air dan akan berkoordinasi dengan P3A di setiap daerah irigasi dan juga penjaga pintu air. Sedangkan dari utusan Bappeda kabupaten Asahan menjamin pada tahun ini untuk alokasi dana IPDMIIP dipastikan bila ada refocusing anggaran IPDMIP tidak kena dampak. 

Kegiatan SL dilakukan  di 12 Desa tersebar di 5 BPP yang terdapat 6 Daerah Irigasi, yaitu 2 Daerah Irigasi kewenangan Provinsi  yang terdiri dari DI Serbangan dan DI Panca Araga. Sedangkan di 4 Daerah Irigasi kesepakatan Kabupaten yaitu DI Rawang Panca Arga 1, DI Pasar II, DI Paya Bomban dan DI Silau Maraja diperbatasan Kabupaten Simalungun .

Pada tahun ini Sekolah Lapang terdiri dari Sekolah Lapang 1 terdiri dari 9 unit dan Sekolah lapang 2 terdiri dari 3 unit. Kali ini tema pembelajaran Sekolah Lapang dirembukkan dengan para petani sesuai kebutuhan mereka untuk meningkatkan produktivitas petani dan tema wajib adalah Analisa Usaha Tani agar peserta dapat  mengakses KUR dari Bank BNI cabang Tanjung Balai.

Kegiatan Sekolah Lapang akan dimulai setelah Lebaran Idul Fitri, diperkirakan tanggal 27 Mei 2021 untuk Musim Tanam I sebanyak 9 unit.

Kristina Nadeak, selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Sarana Prasarana (PSP), menekankan agar Penyuluh dan Staf Lapang dapat bersinergi dengan POPT-PHP dari UPT di Kabupaten Asahan  dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara begitu pula Dinas Pertanian akan berkornunikasi dengan BNI Kisaran sebagai narasumber KUR.***

Editor : Markon Piliang