logo

Halal-Bihalal Virtual: Menperin Minta Nilai Ramadhan Tingkatkan Kejujuran Dan Disiplin Kerja

Halal-Bihalal Virtual: Menperin Minta Nilai Ramadhan Tingkatkan Kejujuran Dan Disiplin Kerja

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) didampingi Ibu Menperin, Loemongga Haoemasan (kiri) saat halalbihalal dengan jajaran pejabat di lingkungan Kemenperin secara virtual sebagai bentuk ketaatan protokol kesehatan (Prokes) Ist
16 Mei 2021 22:01 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Peringatan Idul Fitri 1442 Hijriah di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) digelar secara virtual. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) memimpin acara silaturahmi dan halal bihalal secara daring dengan jajaran pejabat di lingkungan Kemenperin bertujuan untuk terus menekan penyebaran Covid-19.

“Dengan pemanfaatan teknologi, substansi silaturahim tetap dapat diraih dengan risiko yang sangat minimal bahkan nihil. Dengan kebesaran dan kelapangan hati kita, insyaallah pelaksanaan silaturahim secara virtual tidak akan mengurangi makna dan kekhidmatan seperti halnya bersilaturahim secara fisik dalam situasi normal,” kata Menperin AGK di Jakarta, Sabtu (15/5/2021).

Melalui kesempatan tersebut, Menperin mengajak seluruh pejabat di lingkungan Kemenperin menjadikan puasa Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan kejujuran dan disiplin dalam mengemban tugas-tugas negara serta bekerja secara profesional untuk kepentingan rakyat.

"Puasa satu bulan telah menempa kita semua untuk berdisiplin dalam beribadah, serta jujur. Saya berharap nilai-nilai puasa tersebut dapat terinternalisasi dan teraktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di Kemenperin yang hakikatnya kita sebagai pelayan rakyat,” ujar Menperin.

Menperin AGK menyebut sikap jujur dan disiplin dalam melayani rakyat dapat diimplementasikan dalam hal kualitas dan efektivitas kebijakan, misalnya terkait akurasi data dan informasi, kaidah ilmiah, sedalam apa kebijakan tersebut dapat menyelesaikan masalah, serta outcome-nya sudah diukur dan diteliti secara serius.

“Jika tidak efektif, harus ganti dengan kebijakan yang lebih efektif. Jangan terjebak pada rutinitas dan tidak ada langkah terobosan,” tegasnya.

Selain itu, kata Menperin, kejujuran dan disiplin dalam menjalankan tugas juga dapat dimaknai sebagai sikap anti terhadap segala bentuk praktik korupsi dan menerapkan prinsip akuntabilitas.

“Akuntabilitas ini antara lain, mencakup transparansi kinerja organisasi baik pada input, proses, output, dan outcome serta akuntabilitas individu berkenaan dengan komitmen dan tanggung jawab individu terhadap proses dan hasil,” tandasnya.

Kinerja Manufaktur

 Menperin menuturkan, implementasi nilai-nilai kejujuran dan disiplin diharapkan akan terus mendukung kinerja sektor industri manufaktur nasional, sehingga capaian-capaian yang sudah diraih sebelumnya terus meningkat akan membuat industri pengolahan di tanah air terus ekspansif ke arah yang positif.

*Kita patut bersyukur kinerja industri pengolahan nonmigas menguat dan tumbuh positif dalam enam bulan terakhir,” ungkapnya.

Menperin AGK memaparkan, bila dilihat secara year on year, pada kuartal pertama tahun 2021 industri nonmigas memang masih menunjukkan angka kontraksi, yaitu minus 0,71%, tetapi angka tersebut berada di atas angka pertumbuhan ekonomi sebesar minus 0,74%.

“Kemudian, angka Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia per April tahun 2021 mencetak rekor angka tertinggi sepanjang sejarah yaitu 54,6. Sejalan dengan PMI, utilisasi industri pengolahan  nonmigas pada Maret 2021 sebesar 61,30% dibanding dua bulan sebelumnya,” ucapnya. .

Kinerja ekspor sektor industri pada periode Januari-Maret 2021 mencapai angka 38,95 miliar dolar AS dan menghasilkan neraca surplus sebesar 3,69 miliar dolar AS. Tiga industri yang memberikan nilai terbesar antara lain industri makanan sebesar 9,68 miliar dolar AS, industri logam dasar sebesar 5,86 miliar dolar AS, dan industri bahan kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 4,30 miliar dolar AS

Selanjutnya, nilai investasi sektor industri pada periode Januari-Maret 2021 sebesar Rp88,3 triliun naik 37,97% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai investasi terbesar diberikan oleh industri logam, mesin, dan elektronik sebesar Rp31,2 triliun, industri makanan sebesar Rp21,8 triliun, serta industri kimia farmasi sebesar Rp9,4 triliun.

Menperin menyebut, perkembangan positif kinerja industri secara umum tersebut tidak terlepas dari beberapa kebijakan penting Kemenperin seperti penurunan harga gas untuk industri, implementasi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di masa pandemi, serta penerapan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP).

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebaik-baiknya atas pencapaian ini dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras bapak dan ibu sekalian di setiap sektor, dalam memperbaiki kinerja industri yang terdampak secara kuat oleh pandemi,” tutur Menperin.

Pada kesempatan itu juga, Menperin menyampaikan pada jajarannya agar meningkatkan penyerapan anggaran dengan membangun sistem perencanaan penyerapan anggaran yang baik.

Menperin juga ingin jajarannya mengoptimalkan implementasi program-program unggulan Kemenperin seperti Making Indonesia 4.0, subtitusi impor 35% pada tahun 2022, dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Pasalnya program-program tersebut telah mendapatkan perhatian khusus dari Presiden, sehingga harus menjadi prioritas bagi setiap unit kerja di Kemenperin..

“Saya berharap, sekali lagi, nilai-nilai kejujuran dan disiplin yang ditempa selama puasa Ramadan benar-benar diaktualisasikan dalam rangka meningkatkan etos kerja dan kinerja individu dan organisasi kementerian,” tandasnya. ***