logo

Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Bukan Hanya Di DKI

 Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Bukan Hanya Di DKI

Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah).(foto,ist)
16 Mei 2021 19:12 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Akhir pekan pasca Idul Fitri 1442 H, diprediksi bakal menjadi puncak arus balik masyarakat yang nekat mudik. Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi, guna menyambut kedatangan para pemudik nekat tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, di Jakarta, Sabtu (15/5/29021) mengatakan antisipasi dilakukan bukan hanya di DKI Jakarta. Melainkan, di beberapa pusat kota termasuk masing-masing ibukota provinsi.

"Ibukota bukan satu-satunya. Ini semua sudah kita hitung termasuk ibukota di tiap provinsi yang nanti juga akan menjadi tujuan arus balik. Ini sudah kita hitung betul, mudah-mudahan nanti perhitungan kita mendekati benar," tuturnya.

Walau begitu, dia mengakui hal itu tidaklah mudah. "Karena ini kan bicara tentang orang, mobilitas, susah untuk dipastikan. Tetapi, apa yang sudah dilakukan Pak Menhub, aparat kepolisian dan TNI di dalam melakukan penyekatan dan penindakan ketika berangkat, saya kira ini sangat berharga untuk dijadikan dasar kita membijaksanai menyambut kedatangan mereka arus balik ini," untkapnya.

Pemerintah, kata Menko PMK, juga telah mengevaluasi terkait pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik lebaran tahun ini. Dia menilai secara umum aturan tersebut telah berjalan cukup bagus.

"Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100 persen, tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus. Kita juga betul-betul memanfaatkan data historis penanganan peniadaan mudik tahun lalu, termasuk kita perketat jalur-jalur tikus dan kita pelajari secara detail. Kemudian modus operandi mereka yang nekat dengan cara-cara yang menurut mereka kreatif tapi sebetulnya itu tidak terbukti juga sudah kita antisipasi," tuturnya.

Bahkan, kata Menko PMK, berdasarkan data kepolisan pada tahun ini jumlah pemudik berkisar 1 juta orang. Jumlah yang berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu itu mestinya menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.

Kendati di lain sisi, pemerintah juga telah mempersiapkan fasilitas tambahan seperti tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, serta ketersediaan oksigen. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menambah jumlah pelacak (tracer) dari 5 ribu menjadi 100 ribu orang.

"Mudah-mudahan ini akan bisa lebih mengefektifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru yang sudah berada di Singapura, Malaysia, Filipina, dan mudah-mudahan tidak sampai seperti yang terjadi di negara yang sangat parah," ungkap Menko PMK.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto