logo

Kemensos Gandeng PT Pos, Salurkan BST Antarkan Ke Rumah Penerima

 Kemensos Gandeng PT Pos, Salurkan BST Antarkan Ke Rumah Penerima

Seorang penerima BST di kantor pos.(foto,ist)
16 Mei 2021 16:29 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - DEPOK: Kementerian Soisal (Kemensos) menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia, menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) salah satunya di Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (16/5/2021).

Terdapat 3 gelombang Maret-April sebanyak 98.934 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan masa bayar 8 sampai 18 April. Masa bayar batas 30 hari 7 Mei closing, dengan cara cek datang ke RW dan tempat bayar di Kantor pos. Gelombang 2 diterima 35.315 KPM dengan masa bayar 23 April sampai 3 Mei sisanya di kantor pos closing 22 April. Tahap 3, 1 KPM tambahan 134.250 tersalurkan hingga Minggu 9 Mei ada 127 tersalurkan jadi 95.19 persen sisa 6.462 KPM atau 4.18 persen.

Salah seorang KPM, seorang kuli bangunan Sampan Rahmat (55), beralamat di Jalan Haji Marjiyah RT 03 RW 08 Kelurahan Meruyung, Limo, Kota Depok, diwakili istrinya Yatinem, menerima BST, yang langsung diantar petuga PT Pos. Begitu pula, KPM lainnya, Ade Suryati, juga menadapat BST yang diantar petugas pos ke rumahnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Pos Kota Depok Cecep Pribadi Usman menyatakan, untuk menghindari kerumuman masyarakat dan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19, menggunakan zona RW atau lingkup yang lebih kecil.

"Kami menginisiasi penyaluran BST itu dengan zona RW atau mendekatkan kepada penerima manfaat. Agar tidak ada kerumuman di Kantor Pos maupun di lokasi komunitas, " terang Cecep.

Sisa-sisa pembayaran terus dilakukan bagi para KPM dengan pendekatan yang lebih kecil. Sebagai wujud transparansi dalam penyaluran, ujarnya, ditinjau staf kepresidenan, kantor PMK.

Dari sekian KPM BST, kata Cecep, yang disalurkan melalui Kanto Pos selain dari warga miskin juga ada dari para penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia). "Tapi, yang tahu persis kondisi warga RT dan RW setempat," ujarnya ***

Editor : Markon Piliang