logo

Kebijakan Larangan Mudik Berdampak Bagi Pelaku UMKM Di Daerah

Kebijakan Larangan Mudik Berdampak Bagi Pelaku UMKM Di Daerah

Foto: Istimewa
16 Mei 2021 07:01 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - BREBES: Kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021 ini ternyata bukan hanya berbuah kekecewaan bagi masyarakat, khususnya warga perantauan. Pelaku usaha UMKM di daerah juga mengaku penghasilannya merosot tajam di musim lebaran ini akibat larangan tersebut.

Syarifah (45), warga Kalierang Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Jawa Tengah ini mengaku, lebaran tahun ini dagangannya tidak laku lantaran obyek wisata Waduk Penjalin yang biasanya dipadati saat musim lebaran kini sepi pengunjung.

"Masih ada sih mas, satu dua orang yang berkunjung ke Obyek Wisata ini, tapi tidak seperti tahun-tahun lalu sebelum pandemi Corona ini mewabah. Penghasilan pun menurun drastis. Terkadang buat operasional harian aja tidak tertutup," keluh pedagang maian anak-anak ini kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).

Kendati demikian, dirinya tidak terlalu mempersoalkan adanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah tersebut sepanjang untuk kebaikan bersama guna memutus mata-rantai penyebaran Covid-19.

"Kalau larangan mudik itu untuk kebaikan, kami tidak masalah. Tapi yang terpenting pemerintah harus memberi solusi bagi masyarakat yang terdampak larangan mudik ini. Misalnya ada dana bantuan khusus bagi pelaku UMKM sehingga kita tidak terpuruk. Jangan hanya melarang tapi tanpa solusi," tandasnya.

Seperti diketahui, larangan mudik merupakan upaya pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Di sisi lain akibat kebijakan tersebut, para pelaku usaha sangat dirugikan.

Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, bahwa 3T belum bisa menjangkau persoalan Covid-19. Sementara, pencegahan yang dinilai efektif rumusnya 5 M. Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta. Membatasi mobilisasi dan interaksi, di antaranya larangan mudik.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto