logo

Salat Ied Masjid Raya Baiturrahman Semarang Berjalan Tertib Dan Taat Prokes

Salat Ied Masjid Raya Baiturrahman Semarang Berjalan Tertib Dan Taat Prokes

Salat Ied yang berlangsung di Komplek Masjid Raya Baiturrahman Semarang berjalan dengan tertib sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) (suarakarya.id/Sofyan)
15 Mei 2021 01:27 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - SEMARANG: Masjid Raya Baiturahman menjadi tempat pengganti salat Ied dengan lokasi di kawasan Simpang Lima. Meski begitu jemaah yang diizinkan masuk dibatasi 500 orang saja guna menghindari persebaran virus Korona.

Panitia Salat Ied Masjid Raya Baiturrahman Semarang juga mewajibkan jamaah sebelum masuk area komplek masjid raya tersebut, harus melalui protokol kesehatan (prokes) 5 M yakni pemeriksaan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, tidak berkerumum. Adapun tempat salat dan saf pun diatur berjarak sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sejumlah aparat TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan dan mengatur jemaah agar tak meluber sampai keluar Masjid Baiturrahman atau bahkan menutup jalan kawasan Simpang Lima.

Sekretaris Panitia Salat Ied Masjid Baiturrahman Semarang, Munajat mengatakan pihaknya berterima kasih kepada jamaah yang telah melaksanakan salat Ied dengan tertib dan mematuhi prokes yang ditetapkan pemerintah sehingga terjamin keamanan dan keselamatan semua jamaah. 

Salat Ied berjalan tertib, khidmat dan khusyu hingga akhir khotbah dengan dipimpin Imam H. Mustain Ahmad dengan Khatib Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji.

"Hal ini karena kita sejak awal telah mensosialisasikan di media massa, koran dan radio kalau tidak ada salat Ied di Lapangan Simpang Lima. Pusatnya digeser ke Masjid Baiturrahman namun dengan protokol kesehatan yakni pembatasan jumlah jemaah yang hanya 500 orang, saf berjarak hingga pemeriksaan suhu tubuh dulu," ungkap Munajat di Semarang.

Larangan penggunaan area lapangan juga telah disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi seiring kondisi pandemi yang masih berlangsung. Sebagai pengganti, Hendi, sapaan akrab Walkot Semarang dua periode ini meminta seluruh pengelola masjid dan musala di kampung untuk menggelar salat Ied dengan tujuan memecah kerumunan warga.

"Kami harus mengatur ini, tidak lagi ada penggunaan lapangan atau area luas untuk salat Ied. Sebagai ganti, seluruh masjid dan musala di kampung-kampung silakan digelar untuk salat Ied agar mencegah kerumunan dan warga banyak pilihan tempat terdekatnya. Ini sudah kami komunikasikan dengan MUI," jelas Hendi.

Sementara itu Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar juga telah mengimbau warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama dan setelah salat Ied. Khususnya saat mengunjungi makam ataupun mengikuti silaturahmi keluarga.

"Salat Ied berjalan lancar aman. Kami harapkan, habis salat Ied tetap selalu gunakan prokes, apalagi pas ziarah di makam dan silaturahmi keluarga. Jangan sampai muncul klaster-klaster baru. Personel kami juga akan memantau mengawasi di kampung-kampung," tandas Kombes Irwan.***