logo

Lebaran Kedua, Tambah 632 Orang Positif Covid-19 Di Jakarta

Lebaran Kedua, Tambah 632 Orang Positif Covid-19 Di Jakarta

Kasus positif di Jakarta tambah 632 orang pada hari kedua Idul Fitri 1442 hijriah.
14 Mei 2021 20:12 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. Seiring dengan menerapkan 3T,  vaksinasi Covid-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.

Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat, vaksinasi Covid-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian.

Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif, dan kini mengalami kenaikan. Perlu kerja sama untuk memutus rantai penularan ini.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia. Ia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah DKI dilakukan tes PCR sebanyak 6.121 spesimen.

Dari jumlah tes itu sebanyak 4.590 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 632 positif dan 3.958 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 1.430 orang dites, dengan hasil 38 positif dan 1.392 negatif. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 361.069. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 51.868.

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 45 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 7.630 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," ujarnya.

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 418.820 kasus. Hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 404.187 dengan tingkat kesembuhan 96,5%, dan total 7.003 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8%. 

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9%.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 2.188.367 orang (72,9%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 1.469.783 orang (49,0%). Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 129.295 orang (115,1%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 113.948 orang (101,5%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 584.004 orang (64,1%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 500.337 orang (54,9%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang.

Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 1.475.068 orang (74,6%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 855.498 orang (43,3%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang.

Satpol PP DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri.

Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha. Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Pemprov DKI menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri Covid-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko Covid-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto