logo

Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi Arus Balik

Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19, Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi Arus Balik

Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Istimewa)
14 Mei 2021 17:19 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi arus balik lebaran yang diprediksi terjadi pada H+3 lebaran dan H+7 lebaran atau sekitar tanggal 16 dan 20 Mei 2021. Diantaranya meningkatkan random testing kepada setiap warga yang balik dengan menggunakan kendaraan bermotor baik melintas di jalan tol, jalan arteri maupun jalan alternatif. 

Hal lain yaitu  membentuk Satgas khusus di Provinsi Lampung. Segala antisipasi ini agar pemerintah tidak Kecolongan dan kekhawatiran meledaknya kasus Covid19 gelombang kedua pasca hari raya atau libur bersama.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito , Jumat (14/5/2021), menekankan antisipasi ini dilakukan karena adanya peningkatan eskalasi kasus positif di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Kondisinya pada Mei 2021, kontribusi kasus nasional dari Pulau Jawa turun 11,06 persen. Sebaliknya, di Pulau Sumatera kenaikan 27,22 persen. Pada angka kematian, Pulau Jawa menurun 16,07 persen dan sebaliknya Pulau Sumatera naik menjadi 17,18 persen.

Sebagai dasarnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan surat No. 46/05 Tahun 2021 tentang antisipasi perjalanan arus balik masyarakat.

"Didalam surat ini pemerintah daerah khususnya provinsi di Pulau Sumatera wajib teliti dan cermat memeriksa dokumen pelaku perjalanan dalam masa arus balik," kata Prof. Wiku Adisasmito saat konferensi Pers bersama terkait antisipasi mobilitas penduduk paska Idul Fitri 1442 H.

Sesuai surat edaran No. 13 Tahun 2021, surat bebas Covid-19 meliputi hasil tes PCR, swab antigen atau GeNose. Dengan masa berlaku selama 3 x 24 jam dalam masa peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021. Sedangkan dalam masa pengetatan paska lebaran yakni pada 18 - 24 Mei 2021, surat bebas Covid-19 berlaku 1 x 24 untuk seluruh metode testing. Serta pelaku perjalanan diwajibkan membawa surat ijin perjalanan sesuai yang disyaratkan.

"Siapapun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukkan dokumen perjalanan dan surat ijin perjalanan, wajib tanpa terkecuali harus putar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan," tegasnya.

Untuk memastikan skrining yang maksimal, maka diterapkan random testing test antigen di titik-titik yang ditentukan. Satgas khusus daerah Provinsi Lampung diketuai Kapolda dan Danrem setempat. Satgas khusus ini akan memeriksa seluruh dokumen dan berhak melarang pelaku perjalanan untuk menyeberang ke Pulau Jawa apabila tidak memenuhi syarat.

"Ingat, kebijakan tambahan ini bentuk pencegahan. Pemerintah daerah memiliki andil besar menyaring pelaku perjalanan agar proses skriningnya efektif. Dan juga memastikan setiap pelaku perjalanan dalam keadaan sehat," ujar Wiku***

Editor : Gungde Ariwangsa SH