logo

Di Tengah Pandemi, Desainer Migi Rihasalay Sukses Pamerkan Busana 'Semi'

Di Tengah Pandemi, Desainer Migi Rihasalay Sukses Pamerkan Busana 'Semi'

Desainer Migi Rihasalay memamerken prokduksinya di Malang, Jawa Timur, Rabu (12/5/2021).
14 Mei 2021 09:42 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Meski di tengah pandemi Covid-19,  namun perancang busana (desainer) Migi Rihasalay tetap terus berkreasi.

Wanita multitalenta ini baru saja mengikuti pergelaran fashion show yang tergabung dalam Malang  Fashion  Movement (MFM).  

Migi membawakan busana ready to wear yang bertemakan 'semi' yang artinya bersemi. Tema ini, diangkat dari penantian sebuah musim, di mana banyak orang menanti, setelah musim hujan, datanglah musim semi yang akan menyambut musim kemarau.

Dengan design bernuansa warna cerah layaknya warna-warni bunga yang terbuat dari bahan linen ini sekaligus mencirikhaskan bahan yang nyaman untuk musim semi yang akan datang. 

"Saya merancang 15 look, dan memilih 8 look terbaik yang ditampilkan di MFM 2021 ini yang diselenggarakan di Taman Kemesraan Kota Malang pada tanggal 10 April," ujar Migi di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Dengan menyesuaikan suasana venue yang bernuansa jungle outdoor. Para model membawa properti bunga agar menyempurnakan tema Semi tersebut.

Pameran tersebut dinilai berlangsung sukses karena mampu mengangkat nama-nama yang terlibat di balik pergelaran tersebut,  termasuk desain uniknya berpengaruh pada trend busana masa kini.  

Migi yang kreatif dan banyak bakat ini mencoba lebih produktif di berbagai bidang kreatif seperti daur ulang botol dan bersama suami Andrew James mewujudkan impian membangun 'rumah kreatif kampung joglo' di Tanjung Lesung.

"Di rumah saya melakukan bottle recycle. Botol-botol bekas aneka bentuk, saya bersihkan lalu dicat atau dilukis sehingga jadi karya seni.

"Saya bermaksud mengajak teman-teman untuk berkreasi dengan baku botol," ujar Migi.  Ia berharap jika pembangunan ulang rumah joglo sudah terealisasi ia akan mengajak anak-anak diajarinya berkreasi. 

Sejak beberapa tahun terakhir, Migi bersama suami yang merupakan arsitek asal Australia secara bertahap memugar rumah joglo di kawasan pantai Tanjung Lesung, Banten.

Targetnya, pembangunan ini memakan waktu empat tahun dan saat ini sedang progres.  Andrew James juga telah berhasil membangun joglo di atas air.

"Harapan saya dan suami bahwa kampung joglo ini nanti dapat bermanfaat banyak hal bagi masyarakat. Selain untuk rumah kreatif, juga bisa untuk aktivitas lainnya seperti sanggar seni budaya, pergelaran tari,  acara musik, wedding, dan lainnya," ucap Migi.

Ia bersama suaminya yang bule itu,  sering juga melakukan bakti sosial antara lain membagikan sembako kepada warga miskin maupun memberikan masker hasil desainnya yang unik kepada masyarakat luas. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto