logo

Apa Yang Kau Cari Pemudik?

Apa Yang Kau Cari Pemudik?

12 Mei 2021 06:17 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Gungde Ariwangsa SH

Demi pengendalian dan pencegahan meluasnya pandemi virus corona (Covid-19) berjalan efektif, pemerintah telah beberapa kali mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik. Termasuk dalam menyambut libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 ini. Namun jutaan orang tidak peduli dan bahkan nekad melanggar larangan itu.  Apa yang kau cari pemudik?

Pertanyaan yang merupakan plesetan dari judul film “Apa Yang Kau Cari Palupi” garapan sineas (alm) Asrul Sani itu melintas ketika mengetahui masih tingginya kenekadan orang untuk mudik saat pandemi virus corona (Covid-19) masih melanda Tanah Air. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nasional Doni Monardo mengakui, saat ini masih banyak masyarakat yang punya hasrat untuk mudik ke kampung halaman. Ada 7% atau 18,9 juta masyarakat Indonesia masih nekat mudik ke kampung halaman.

Kondisi itu tentu sangat mengkhawatirkan. Apalagi kemudian dari pengetatan dan penyekatan yang dilakukan pihak kepolisian di 381 titik lokasi terdapat ribuan pemudik yang positif Covid-19. Dari random testing terhadap 6.700 pemudik didapat data  4.123 orang positif, dan dilakukan isolasi mandiri 1.686 orang dan yang dirawat 75 orang.

Tragedi tsunami Covid-19 yang melanda India pun langsung membayang. India semula positivity rate Covid-19 lebih rendah dibandingkan Indonesia, yakin berkisar 2-3 persen dan paling tinggi mencapai delapan persen pada September tahun lalu. Indonesia pada Januari hingga Februari 2021jumlah kasus positif menyentuh level 27,2 persen. Namun, kondisi di India berubah sejak April 2021, di mana positivity rate corona mencapai 14 persen, dan menyentuh level 21,7 persen pada Mei 2021, dengan penambahan kasus harian mencapai 400.000 kasus.

Naiknya kasus Covid-19 dalam waktu yang tidak begitu lama itu diakibatkan oleh kelengahan  dalam menjaga protokol kesehatan. Kebijakan pemerintah India  mulai melonggarkan kegiatan keagamaan dan politik harus dibayar dengan membludak dan tak terkendalinya kasus Covid-19 di negara tersebut. Indonesia yang positivity rate Covid-19 per Mei 2021 mencapai 11,3 persen, terendah selama pandemi, tentu tidak ingin mengalami nasib seperti India.

Pemerintah dan masyarakat  Indonesia penting terus bahu membahu menjaga keamanan dan keselamatan. Perlu kesabaran untuk menahan niat dan hasrat untuk mudik demi kebaikan bersama. Sebab, jika penularan Covid-19 terjadi, yang dirugikan bukan hanya satu dua pihak. Melainkan banyak pihak. Mudik untuk merayakan Idul Fitri 1442 H atau lebaran 2021 bisa saja membahayakan orangtua dan keluarga di kampung halaman karena pemudik berpotensi menularkan Covid-19.

Memang, silaturahmi saat Idul Fitri sangat penting dan menjadi momentum melepas kerinduan masyarakat kepada keluarganya yang tinggal jauh di kampung halaman. Silaturahmi merupakan tradisi dan bentuk ibadah masyarakat yang perlu dijamin haknya. Hanya saja, di tengah kondisi pandemi Covid-19  perlu ada penyesuaian berupa silaturahmi fisik diganti dengan silaturahmi virtual.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, silaturahmi virtual tidak sedikitpun mengurangi esensi silaturahmi fisik. Bahkan, silaturahmivirtual ini merupakan bentuk perlindungan terhadap keluarga di kampung halaman.

Karena sudah menjadi tradisi puluhan tahun tentu berat untuk meninggalkan mudik. Apalagi ada beberapa alasan untuk wajib pulang kampung. Ada untuk  mencari berkah karena bisa bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat dan tetangga. Kemudian untuk menunjukkan eksistensi keberhasilannya. Selain itu, juga ajang berbagi kepada sanak saudara yang telah lama ditinggal untuk ikut merasakan keberhasilannya dalam merantau.

Namun dalam kondisi pandemi saat ini tidaklah tepat tetap ngotot dan nekad untuk mudik karena berpotensi besar dalam menyebar virus corona. Jangan sampai tujuan mudik itu justru membawa oleh-oleh bahaya untuk keluarga dan orangtua serta sahabat di kampung halaman. Jadi, apa yang kau cari pemudik? ***

  • Gungde Ariwangsa SH – wartawan suarakarya.id, pemegang Kartu UKW Utama, Ketua Siwo PWI Pusat