logo

Disepakati Sholat Idul Fitri Hanya 50 Persen Dari Kapasitas Masjid

Disepakati Sholat Idul Fitri Hanya 50 Persen Dari Kapasitas Masjid

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya dan seluruh pimpinan daerah Jabodetabek menggelar rapat bersama menjelang Lebaran Idul Fitri di masa Pandemi -Covid 2019 di Balai Kota DKI, Senin (10/5/2021).
10 Mei 2021 22:55 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama pimpinan daerah penyangga Ibu Kota mengadakan rapat koordinasi terkait kesepekatan bersama dalam menjalankan protokol kesehatan selama momen lebaran Idul Fftri 1442 hijriah.

Rapat tersebut dilaksanakan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/5/2021). Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Anies mengatakan seluruh kawasan Jabodetabek-Cianjur harus membahas ketentuan umum untuk antisipasi laju kasus aktif Covid-19 saat lebaran.

Setelah disepakati oleh masing-masing pihak, setiap pemerintahan daerah terkait akan menyiapkan surat edaran, dan seruan terkait dengan ketentuan tersebut.

"Pertama, selama ini masih dalam musim pendemi, karena itu ketentuan untuk menjalankan protokol kesehatan supaya ditaati, seperti 5 M.

"Lalu ada kesepakatan tentang  masyarakat diprioritaskan berkegiatan di rumah saja dan dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan saling mengunjungi dalam wilayah yang sama atau lintas wilayah baik skala kampung, kelurahan, kecamatan, kota, kabupaten ataupun provinsi," ujar Gubernur DKI Anies.

"Ini menjawab yang selama ini sering menjadi diskusi bahwa saling mengunjung dalam kampung, antarkampung, maupun antarkelurahan, antarkecamatan tidak dianjurkan," ucapnya.

Rapat koordinasi tersebut juga menjelaskan bahwa kegiatan salat Idul Fitri dianjurkan di rumah masing-masing, dan alternatif lainnya di rumah ibadah yang berada di lokasi setempat, tanpa mengunjungi kawasan yang jauh dari rumah.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan lintas wilayah, dan jika dilakukan di masjid setempat, maka kapasitasnya adalah 50 persen. Kemudian, kegiatan halal bi halal dan open house tetap ditiadakan tahun ini.

Seperti kegiatan silahturahmi, mendatangi tokoh masyarakat, tokoh agama, teman, dan saudara tetap dianjurkan menggunakan media virtual sampai dengan akhir bulan Syawal. Sehingga, ketika dimulainya perkantoran selepas lebaran, juga diharapkan tidak dimulai dengan halal bi halal untuk memutus mata rantai.

"Selain itu, kegiatan takbiran dilakukan secara virtual dan dilakukan di masjid setempat dengan kapasitas 10 persen, maksimal. Polda Metro Jaya juga akan menyelenggarakan operasi ketupat jaya, untuk filterisasi pada crowd free management antara pukul 18.00-22.00.

Sesudah jam 10 malam, maka di jalan-jalan protokol akan dilakukan pembersihan atau pembebasan dari kegiatan-kegiatan lalu lintas," kata Anies.

Di samping itu, rapat tersebut juga mengatur urusan proses operasional zakat yang harus dilakukan langsung kepada penerima, dengan mengikuti prokes. Kemudian, untuk berziarah kubur ditiadakan mulai tanggal 12 -16 Mei 2021.

"Kemudian, rumah makan, dan pusat perbelanjaan tetap membatasi 50 persen dan semua tutup puku 21.00 di seluruh wilayah Jabodetabek, disepakati tutup di jam yang sama, kemudia untuk kawasan wisata maksimal pengunjung 30 persen," katanya.

Hal ini untuk menerima pengunjung beridentitas setempat, sehingga tempat wisata di Bogor hanya menerima pengunjung dari Bogor, tempat wisata di Jakarta hanya menerima pengungjung ber KTP Jakarta. Itu beberapa kesepakatan yang nanti akan diatur di dalam surat keputusan, surat edaran atau seruan oleh masing-masing kepala daerah," tutur Anies lagi.

Rapat koordinasi wilayah  Jabobetabek-Cianjur juga dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurrachman; Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran; Kajati DKI Asri Agung Putra; Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria; Wali Kota Bogor Bima Arya; Bupati Bogor, Ade Yasin; Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono; serta perwakilan pemerintahan Kota; Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi, dan perwakilan Kabupaten; Tangerang dan Cianjur. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto