logo

Pola Hidup Sehat Pasca Ramadhan

Pola Hidup Sehat Pasca Ramadhan

11 Mei 2021 00:01 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: dr Bagus Taufiqur Rachman, SpU, MARS

Bulan Ramadhan akan segera berakhir. Setelah kita menjalani puasa dan serangkaian ibadah selama 30 hari tubuh pun mengalami perubahan kebiasaan dan metabolisme. Pola makan dan pola hidup selama sebulan penuh banyak memberikan kebiasaan baru yang membuat tubuh beradaptasi. Sebelum kita menjalani pola hidup kembali seperti sebelum Ramadhan, ada baiknya jika kita mengetahui beberapa kebiasaan baik di bulan Ramadhan.

Pola Makan.

Perubahan pola makan dari 2x menjadi 3x dalam sehari memerlukan penyesuaian. Makanlah dengan jumlah yang cukup, makanan porsi kecil dengan kandungan padat gizi lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dengan jumlah banyak namun tidak bergizi.

Pastikan kandungan serat dari buah dan sayur terpenuhi. Sama seperti kebiasaan di bulan Ramadhan pastikan kalian mengkonsumsi air sebanyak 2-3 liter dalam sehari. Rutin mengkonsumsi kurma juga baik untuk kesehatan dan dapat dilanjutkan diluar bulan Ramadan sebagai pengganti cemilan. 

Pola Tidur.

Perubahan pola bangun tidur di bulan Ramadhan untuk sahur mempengaruhi internal clock system di tubuh dan membutuhkan adaptasi kembali. Mungkin selama Ramadhan, sebagian dari kita kekurangan jumlah tidur di malam hari karena dipakai untuk beribadah. Sedangkan orang dewasa membutuhkan tidur yang cukup kurang lebih 7-8 jam per hari.

Pastikan untuk tidur lebih awal dengan menerapkan sleep hygene seperti mandi sebelum tidur, meredupkan lampu, dan membuat suasana kamar nyaman agar esok hari dapat bangun lebih pagi dan tubuh tetap bugar serta produktif untuk beraktivitas. 

Olahraga.

Sebagian orang memilih untuk menghentikan aktivitas olahraganya selama bulan Ramadhan karena akan memerlukan banyak energi yang dipakai. Sedangkan tubuh tidak dapat mengembalikan asupan energi dengan segera.

Untuk itu memulai kebiasaan untuk rutin berolahraga bisa dilakukan dengan gerakan-gerakan ringan terlebih dahulu, seperti jalan santai, lari-lari kecil atau senam. Lakukan secara terjadwal dan konsisten. Usahakan tubuh bergerak untuk menghasilkan keringat agar dapat meningkatkan metabolisme tubuh.

Berhenti Merokok.

Untuk para perokok bulan Ramadhan adalah bukti bahwa kebiasaan merokok sebenarnya dapat dihentikan meski dalam rentan waktu sementara yaitu dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. DDengan adanya frekuensi merokok yang berkurang setiap hari maka tubuh sudah mulai menurunkan ketergantungan terhadap zat adiktif yang terdapat didalam kandungan rokok.

Perlu adaptasi dan konsistensi di tahap awal, namun untuk berhenti total bukan hal tidak mungkin. Melanjutkan kebiasaan berhenti merokok dapat dilakukan di luar bulan Ramadhan dengan pelan-pelan menurunkan frekuensi merokok. 

Lebaran.

Setelah bulan Ramadhan yang penuh berkah, datanglah bulan kemenangan, yaitu Hari Raya idul Fitri. Kebiasaan dan tradisi hari raya tidak lepas dari hidangan yang lezat dan banyak. Mulai dari kue-kue, makanan khas lebaran, makanan tradisional, dan minuman manis tersaji disetiap rumah.

Untuk meminimalisasi kegagalan rusaknya kebiasaan pola makan sehat yang sebelumnya sudah dibentuk selama bulan Ramadhan, ada baiknya kita bijak dalam mengkonsumsi santapan hari raya, yaitu dengan makan dalam porsi seperlunya, tidak berlebihan dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Usahakan untuk menahan nafsu untuk memakan segala jenis sajian. Bagi para penderita penyakit tertentu bijak dalam memilih makanan yang dikonsumsi misalnya bagi penderita hipertensi untuk memperhatikan kandungan garam dalam makanannya. Bagi penderita kolesterol, perhatikan kandungan lemak dalam makanannya. Bagi penderita diabetes nellitus, hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula. 

Puasa.

Sebagaimana kita ketahui  bahwa puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Terlebih bagi para penderita penyakit tertentu, puasa justru memperbaiki metabolisme tubuh.

Ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah wajib. Namun, di luar bulan Ramadhan terdapat puasa-puasa yang disunahkan misalnya puasa Senin-Kamis, puasa Nabi Daud, puasa Ayyamul Bidh dan puasa Sunnah lainnya. Untuk menjaga kesehatan, rajin berpuasa Sunnah bisa menjadi pola hidup baru setelah Ramadhan.

Beberapa kebiasaan di atas, sebagian sudah kita kerjakan selama sebulan lalu. Ada baiknya jika kita melanjutkan rutinitas dan kebiasaan baik tersebut, memang di awal akan terasa sulit dilakukan. Namun, apabila kita dapat meneruskan kebiasaan baik tersebut, sangat mungkin jika tubuh kita akan senantiasa sehat dan terhidar dari penyakit. ***

*dr Bagus Taufiqur Rachman, SpU, MARS, dokter RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi.

Editor : Pudja Rukmana