logo

Gaduh Pernyataan Presiden Soal 'Bipang', Mendag Minta Maaf

Gaduh Pernyataan Presiden Soal 'Bipang', Mendag Minta Maaf

Foto: YouTube.
09 Mei 2021 19:02 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat membeli kuliner lebaran yang ternyata banyak dibicarakan netizen. Masalahnya, di antara jajanan lebaran yang disebutkan Jokowi terdapat Bipang Ambawang, makanan khas Pontianak, Kalimantan Barat.

Permohonan maaf Mendag atas nama pemerintah sekaligus untuk  mengklarifikasi bahwa pidato Jokowi itu ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama dan budaya. Ia pun meminta publik memahami konteks secara  keseluruhan yang disampaikan Presiden dalam acara 'Hari Bangga Buatan Indonesia', Rabu, 5 Mei 2021 lalu itu.

"Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal. 

Pernyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri-dari beragam suku, agama dan budaya yang memiliki kekayaan kuliner Nusantara dari berbagai daerah. 

Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal," kata Mendag Muhammad Lutfi, dikutip dari sebuah video yang dipublikasikan akun Youtube Kementerian Perdagangan, Sabtu (08/05/2021).

"Itu ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya yang memiliki kekayaan kuliner Nusantara dari berbagai daerah. Setiap makanan punya khas dan jadi favorit lokal," ungkap Lutfi pula.

Lutfi memastikan bahwa tidak ada maksud yang menyimpang dari pernyataan Presiden Jokowi. Ia meminta maaf karena pernyataan Jokowi itu disampaikan dalam sebuah acara 'Hari Bangga Buatan Indonesia' yang digelar kementerian yang dipimpinnya,  Kementerian Perdagangan.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya bila terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga terhadap produksi dalam negeri termasuk kuliner khas daerah," ucap Lutfi.

Cinta Produk Nusantara

Sebagaimana diketahui, pidato Presiden Jokowi terkait ajakan untuk mencintai produk khas Nusantara heboh, menjadi sorotan masyarakat, viral di media sosial, bahkan masuk trending topik nasional.

Dalam penggalan pidatonya di acara 'Hari Bangga Buatan Indonesia', Rabu (05/05/2021), Presiden Jokowi mempromosikan antara lain, salah satu kuliner Bipang Ambawang khususnya bagi warga yang tidak bisa mudik tahun ini.

"Bapak Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama. 

Nah, untuk Bapak Ibu yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membeli oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. 

Yang rindu makan Gudeg Yogya, Bandeng Semarang, Somai Bandung, Empek-empek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah. 

Atau, kalau kita ingin mengirimkan oleh-oleh atau hadiah bagi keluarga yang jauh, pakaian, cinderamata, dan berbagai jenis barang lainnya, tinggal pesan dan kirim secara online sehingga dapat diterima oleh keluarga atau sahabat kita di mana pun Anda berada," kata Presiden. 

Dilansir CNN Indonesia, Bipang Ambawang terbuat dari daging babi muda yang dimasak dengan menggunakan bumbu tradisional. Karena cita rasanya yang khas, Bipang kemudian menjadi oleh-oleh khas Pontianak.

Penyebutan nama kuliner ini oleh Presiden Jokowi dianggap tak elok dan mendapat respon sejumlah pihak. Pasalnya, kuliner ini dianggap tak layak dipromosikan di momen Ramadhan dan menjelang Lebaran karena haram dikonsumsi bagi umat Muslim.

Sementara, tidak sedikit pengguna media sosial lainnya merasa keheranan. Beberapa dari mereka lantas meminta agar Jokowi memberi klarifikasi atas pernyataannya itu. Bahkan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon pun lewat akun Twitternya menyarankan minta maaf saja, jangan ngeles.

Tenang dan Teduh

Senada dengan Mendag, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan ajakan Jokowi untuk membeli kuliner khas daerah ditujukan untuk semua masyarakat yang rindu pada kampung halaman.

"Acara ini adalah acara yang digelar oleh Departemen Perdagangan dalam rangka mempromosikan, kan kita cinta pada produk-produk Nusantara kita," ujarnya dalam program Sapa Indonesia Malam, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (8/5/2021).

"Jadi memang kalau bicara soal lebaran, orang mengidentikkan dengan pulang kampungnya orang Islam," ungkapnya.

Menurut Ngabalin, pemerintah memang sedang menggalakkan untuk mencintai produk lokal. Sehingga, ia berharap pernyataan Jokowi itu disikapi secara tenang dan teduh.

Ngabalin menjelaskan  tak ada yang salah dengan pernyataan Jokowi soal kuliner Bipang Ambawang. Sehingga, pihak Istana tak perlu memberi filter atas pernyataan Jokowi tersebut.

"Kalau dilihat dari orang mulai berlibur, kan bukan orang Islam yang hanya menggunakan waktu liburnya. Yang mudik ini bukan hanya orang Islam," papar Ngabalin. "Tidak ada yang perlu difilter, pernyataan itu tidak ada yang salah, salahnya di mana?" tanyanya. ***

Editor : Pudja Rukmana