logo

TAO Terbanyak Pengunjungnya Di Antara 3 Destinasi Wisata Kebaharian

TAO Terbanyak Pengunjungnya Di Antara  3 Destinasi Wisata Kebaharian

09 Mei 2021 00:10 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mendekati Lebaran Idul Fitri  2021 atau 1442 H ini   pengunjung Taman Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu Selatan  terasa sedikit sepi.

Selama 6 hari di bulan Mei ini pengunjungnya 297 orang.  Berarti tiap hari rata rata ada 49 sampai 50 orang.Namun di antara 3 destinasi wisata kebaharian Jakarta, TAO lah yang paling banyak pengunjungnya.

Kepala Satuan Pelayanan   (Kasatpel) Taman Arkeologi Onrust (TAO) Agung Priosusanto mengungkapkan hal itu Sabtu (8/5/2021).
Tercatat tahun 2021 sampai April pengunjung TAO mencapai 7.155 orang. Sedangkan dua destinasi wisata sejarah bahari lainnya yaitu Museum Bahari di Pasar Ikan, pengunjungnya 2.768 orang dan Situs Marunda atau Rumah Si Pitung di Cilincing 4.113 orang.

Dikatakan Agung pengunjung TAO bulan Januari 921 orang, Februari turun menjadi 759 orang, Maret melonjak mencapai 2.575 orang, April naik lagi jadi 2.718 orang.
"Bulan Mei ini terlihat menurun karena puasa Ramadhan," ungkapnya.

Namun ada yang istimewa,  pas 1 Mei 2021 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkenan berkunjung ke Pulau Onrust yang bersejarah tersebut.
Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya mengakui sejak tahun 2019 selalu TAO mendapat kunjungan ter banyak di antara 3 destinasi wisata sejarah kebaharian Jakarta yang dikelolanya.

Tercatat tahun 2019 pengunjung TAO mencapai 53.100 orang lebih. Museum Bahari 35.800 orang dan Situs Marunda 37.900 orang.

Berkah Shadaya menjelaskan animo ke TAO paling tinggi karena faktor rekreatifnya paling menantang. Seperti perjalanan ke pulau itu dengan perahu motor atau kapal merupakan kesenangan tersendiri.

Dermaga Pulau Onrust sejak September 2020 dibersihkan dari bangunan warung H Damin penunggu pulau. Sebagai gantinya telah dibangun rumah lebih kokoh di sebelah timur lautnya. Dengan demikian dari mulut dermaga pemandangannya lepas ke Museum Onrust.

Kunjungan Gubernur

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kepulauan Seribu, Gubernur DKI Jakarta meninjau Pulau Sibira yang berada di ujung paling utara kabupaten administratif tersebut. Pulangnya meninjau Taman Arkeologi Onrust. Tampak mendampingi gubernur  Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Ny Fery Farhati Baswedan, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana dan Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya.

"Pak Gubernur sangat terkesan pada Pulau Onrust dengan peninggalan arkeologi baik yang sudah di museum maupun yang  masih berada di tempat aslinya. Beliau berpesan agar itu semua dijaga dan dipelihara," kata Agung.

Pemandu wisata Onrust, Rosadi membenarkan itu.  Ketika mengunjungi Museum Onrust oleh Rosadi dijelaskan sejarahnya tiap periode demi periode dari pulau yang tak pernah istirahat itu. Dari abad 17 sebagai galangan kapal VOC, sebagai benteng abad ke 19, sebagai RS Karantina Haji 1911-1933, jaman Jepang 1942-1945 sebagai penjara, 1950 -1960 sebagai RS Kusta.

"Pak Gubernur hanya ke tandon air tawar bawah tanah dan ke museum saja. Tak sempat ke kuburan Belanda," kata Rosadi. Padahal di  kuburan itu terdapat bukti  sejarah adanya misteri umur pendek Abad 17.

Rosadi merasa bangga dipercaya oleh pimpinan  Dinas Kebudayaan DKI untuk memandu Gubernur. "Delapan tahun  bertugas di Onrust baru kali ini bertemu dan memandu Gubernur," kata  Rosadi.

Lain lagi dengan H Damin  (64) yang sudah bertugas di Onrust sejak 1981. "Pak Anies ini Gubernur yang paling akhir ke sini," ujar Damin yang berasal dari Sulsel  dan beristerikan orang Guci, Tegal itu.

Menurut H Damin gubernur DKI  yang pertama mengunjungi Onrust adalah Tjokropranolo, R Soeprapto, Wiyogo Atmodarminto, Surjadi Soedirdja dan Fauzi Bowo.

"Gubernur R Soeprapto yang bikin SK Pulau Onrust dan Pulau Kahyangan menjadi tempat perkemahan. Sedang Gubernur Fauzi Bowo yang paling sering datang ke Onrust," ungkap Damin. ***