logo

Jelaskan Ibunya Terpapar Covid-19, Fadil Imran Minta Pengertian Pengusaha Angkutan

Jelaskan Ibunya Terpapar Covid-19, Fadil Imran Minta Pengertian Pengusaha Angkutan

Irjen Pol M Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya. (Istimewa)
06 Mei 2021 21:02 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran membesarkan hati para pengemudi dan pengusaha antar kota antar provinsi (AKAP) yang perekonomiannya berdampak atas larangan untuk mengangkut pemudik karena adanya larangan dari pemerintah. Namun, untuk apa memiliki keuntungan bila terpapar Covid-19.

“Ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilalui. Tetapi ini merupakan jalan yang terbaik. Apalah artinya kita ada penghasilan kalau kemudian kita jatuh sakit,” kata Imran, Kamis (6/5/2021).

Imran mencontohkan, dirinya harus bersedih setelah ibu kandungnya meninggal dunia disebabkan terpapar Covid-19.

“Saya sudah merasakan bagaimana kehilangan keluarga yang saya cintai gara-gara Covid-19, ibu kandung saya sendiri. Saya memahami betul. Rasa rindu saya dengan kampung halaman saya singkirkan jauh-jauh dibandingkan saya kehilangan keluarga terdekat saya,” jelas Imran

“Kita akan lebih menyesal manakala kita mudik terus kita tertular atau orang lain tertular. Saya sudah merasakan bagaimana hari ini saya telpon ibu saya masih sehat walafiat, 7 hari kemudian beliau sudah tidak ada, Covid-19 ini pembunuh berdarah dingin apalagi kepada mereka yang berumur,” lanjut Imran.

Imran menegaskan, larangan untuk mengangkut penumpang bukanlah keinginan pemerintah. Hal ini tentunya untuk menyelamatkan jiwa manusia.

“Dengan adanya larangan mudik ini bukan berarti pemerintah tidak sayang dengan kita. Justru sebenarnya pemerintah sayang dan cinta dengan kita semua supaya kita tidak jatuh sakit,” ungkap Imran.

Untuk membesarkan hati, mantan Kapolsek Tanah Abang ini memberikan bingkisan kepada pengemudi AKAP.

“Saya sangat merasakan kesedihan dan kesulitan tapi percayalah ikhtiar kita ini dengan ikhlas pasti pandemi Covid-19 pasti berlalu. Karena kalau kita disiplin itu adalah vaksin untuk menguatkan kita supaya tidak tertular,” pungkas Imran.***

Editor : Markon Piliang