logo

Forum Pegangsaan Dan Lintas Aktifis Jakarta Santuni Yatim & Duafa Di Masjid Cut Mutia

Forum Pegangsaan Dan Lintas Aktifis Jakarta Santuni Yatim & Duafa Di Masjid Cut Mutia

Ketua Dewan Pembina Forum Pegangsaan (FP) HM Ashraf Ali (kanan) menyampaikan sambutan pada acara santunan anak yatim dan duafa, di Aula AH Nasution Masdjid Cut Mutia, Rabu (5/5/2021).
05 Mei 2021 22:40 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pandemi Covid -19 sangat berdampak terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, khususnya kaum duafa dan anak-anak yatim di DKI Jakarta.

Kondisi sulit, bahkan memprihatinkan yang dialami masyarakat kelas bawah di Ibu Kota itu, mengundang empati dari pengurus, anggota Forum Pegangsaan dan lintas aktifis Jakarta untuk menyampaikan santunan.

Kepedulian di tengah pandemi itu dimotori oleh Forum Pegangsaan dengan menyelenggarakan pemberian santunan anak yatim piatu dan duafa di Aula AH Nasution Masjid Cut Mutia, Rabu (5/5/2021).

Turut berpatisipasi pada event itu adalah kumpulan Alumni Universitas Bung Karno (UBK) dan para aktivis lainnya. Ketua Pembina Forum M Ashraf Ali didampingi Ketua Forum Pegangsaan Richard, Bendahara Rini menyampaikan sambutan, bahwa acara santunan bagi anak yatim dan duafa ini sangat bermanfaat.

Sebab, saat ini kondisi ekonomi masyarakat golongan bawah cukup memprihatinkan. Harga kebutuhan pokok dan lain-lain melambung tinggi.

"Santunan ini cukup bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang duafa dan anak-anak kita yang yatim. Mari ditingkatkan kepedulian sosial kita di akhir bulan Ramadhan ini, agar kita mendapatkan keberkahan," kata HM Ashraf Ali.

Politisi senior Partai Golkar dan mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI ini menambahkan, bantuan dari Pemprov DKI dan pemerintah pusat melalui Bansos dan bansos Gubernur DKI sangat membantu mereka.

"Namun tidak mungkin cukup mengandalkan bantuan untuk hidup ditengah harga-harga kebutuhan naik saat ini. Kita bersyukur bisa membantu mereka untuk sedikit meringankan bebannya," kata Ashraf Ali lagi.

Ketua Forum Pegangsaan Richard menambahkan, santunan diberikan kepada 30 anak yatim dan duafa di sekitar masdjid Cut Mutiah. "Kami bergotong royong mengumpulkan dana dan natura untuk membantu saudara-saudara kita yabg terkena dampak pandemi Covid-19 ini," ucap Richard lagi.

Richard berharap kepedulian sosial ini tidak berhenti satu kali saja. Namun agar dilakukan lagi menyasar anak-anak yatim dan duafa yang lain.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH