logo

Wawalkot Yana Imbau Warga Bandung Disiplin Terapkan Prokes

Wawalkot Yana Imbau Warga Bandung Disiplin Terapkan Prokes

04 Mei 2021 15:11 WIB
Penulis : Ahmad Syukri

SuaraKarya.id - BANDUNG: Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bandung, Yana Mulyana mengimbau pedagang dan pembeli di pusat perbelanjaan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes), dengan wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Seperti diketahui, sebelumnya beberapa pusat perbelanjaan seperti Pasar Baru terjadi kerumunan karena banyak warga yang berbelanja aneka kebutuhan untuk persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Yana mengaku setelah mendapat laporan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung langsung membahasnya secara internal dan menegaskan OPD dan kewilayahan terkait untuk mengatasi hal tersebut.

"Kemarin kita menugaskan seperti dinas terkait, Satpol PP,  Dishub beserta Kewilayahan untuk meminimalisasi kerumunan itu," katanya usai penijauan vaksinasi di The Trans Luxury Hotel, Selasa (4/5/2021).

"Jadi bisa saja di dalam itu dikasih pembatas. Dan, kita selalu ingatkan, baik kepada pedagang dan pembeli itu, protokol kesehatannya, memakai masker, jaga jarak, dan yang lainnya," lanjutnya.

Yana pun mengajak masyarakat agar tidak lelah untuk menerapkan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 masih terjadi. Hal ini untuk menghindari agar tidak terjadi ledakan kasus penyebaran Covid-19 di Kota Bandung.

"Karena pengalaman sebelumnya, ledakan penyebaran Covid-19 itu biasanya terjadi setelah libur panjang, 2 minggu sampai 1 bulan. Itu sudah terbukti saat libur panjang Oktober dan akhir tahun lalu. Jadi, kita cukup khawatir dengan libur panjang kali ini," ucapnya.

"Makanya kita harus saling mengingatkan, karena di satu sisi, pelaku ekonomi merasa 'marema' saat ini setelah beberapa lama. Cuma kita ingatkan lagi ledakan itu bisa terjadi kalau kita abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan," lanjutnya.

Di luar itu, Yana pun menyampaikan penutupan jalan di Kota Bandung merupakan upaya untuk meminimalisasi kerumunan yang kerap terjadi di beberapa titik. Oleh karena itu, warga dilarang keras membuka penutup jalan yang telah ditentukan.

"Kalau benar ada oknum (yang membuka penutup jalan), saya pikir tangkap saja. Tidak boleh itu, kan (penutupan jalan) itu demi kebaikan," ucapnya.

"Upaya itu untuk mengurangi kerumunan seperti di (Jalan) Dipatiukur, kalau sampai ada oknum (yang membuka penutup jalan), apalagi untuk kepentingan sendiri, itu seolah-olah dzalim," katanya.

"Saya ingatkan terus, pandemi Covid-19 ini belum selesai. Pemerintah Kota Bandung tidak akan lelah mengingatkan warga bahwa protokol kesehatan itu kuncinya," lanjutnya. ***

Editor : Pudja Rukmana