logo

Terima Pengaduan Advokat Bermasalah, Peradin Minta Advokat Bertanggungjawab

Terima Pengaduan Advokat Bermasalah, Peradin Minta Advokat Bertanggungjawab

Ketua Umum DPP Peradin Rapuan Rambe
04 Mei 2021 08:22 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perseteruan advokat antara Alvin Lim (AL) dengan Natalia Rusli (NR) makin meruncing. Kedua pihak saling melapor ke polisi. Kini, pihak AL membawa masalahnya ke Peradin (Persatuan Advokat Indonesia) dan Konggres Advokat Indonesia (KAI) organisasi induk para pembela hukum.

Keterangan tertulis ke pada awak media Selasa (4/5/2021) menyebutkan berdasarkan penelusuran yang dilakukan,  Ketua Umum Peradin, Ropaun Rambe mengatakan, Peradin baru baru ini telah minta pertanggungjawaban kepada NR.  "Peradin sudah meminta pertanggungjawaban kepada ibu Natalia atas legalitas Ijazahnya. Namun yang bersangkutan malah mengundurkan diri." kata Rapuan.

Pertanggungjawaban yang dimaksud  menyusul adanya pengaduan beberapa korban Indosurya ke Peradin. Beberapa korban yang mengkuasakan kepada NR mengadu menjadi korban penipuan.
Keterangan dari  DPP Peradin menyebutkan, pihaknya melakukan pengecekan di sistem Dikti, ijazah NR "Tidak Terdaftar". Lalu para korban itu membuat aduan etik ke Peradin agar NR diperiksa atas dugaan "Advokat Bodong" dimana Peradin pusat memanggil NR untuk memberikan klarifikasi dan menyerahkan bukti legalitas ijazahnya. NR bukannya menyerahkan bukti legalitas malah mengundurkan diri untuk menghindari aduan etik Peradin.

Pihak LQ Indonesia Firm dibawah Alvin Lim juga melakukan klarifikasi di KAI. Karena setelah mengundurkan diri dari Peradin diketahui NR bergabung dengan KAI. Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP menghubungi langsung Vice President KAI, Erman Umar dan meminta agar pihak KAI mau mengecek dan meminta keabsahan ijazah S1 Hukum NR. "Organisasi Advokat jangan tutup mata dan hanya mau ambil uang membership tapi punya kewajiban moral untuk menjaga bahwa anggotanya sudah dicek dan SAH sebagai pengacara dan mengecek keaslian data kelengkapan menjadi pengacara. Ini penting untuk menjaga marwah Advokat sebagai penegak hukum, sesuai UU kuasa kehakiman."kata Alvin.

Sebelumnya, NR diadukan 2 Korban Indosurya, M dan VS. NR menawarkan mengurus ganti rugi karena sudah ada kesepakatan dengan Juniver Girsang (kuasa hukum Indosurya) akan diberi 200 Milyar slot untuk gerbong Master Trust Lawfirm.
"Ibu NR selalu mengontak saya agar saya cepat-cepat transfer biaya Lawyer fee, agar tidak ketinggalan gerbong. Katanya 3-6 bulan sudah beres. Setelah transfer, malah janji akan ada ganti rugi tidak terrealisasi sampai setahun lebih. Sudah rugi malah makin bonyok." kata  M, yang mengkuasakan kasusnya ke LQ Indonesia.

Korban berikutnya, VS. Dia mencari NR dikantornya Ruko Manyar Blok C15, Kapuk Muara Penjaringan, Jakarta Utara. "Saya sudah ke alamat kantornya, namun ternyata yang bersangkutan tidak di situ. Sangat berbanding terbalik dengan bujuk rayu ketika pertama kali minta transferan uang. Saya kecewa dan sedih, sudah jatuh malah ketimpa tangga dengan. " katanya.

Kasus berikutnya, NR
diduga terlibat penipuan melibatkan pejabat kejaksaan. Kejadian bermula NR dengan janji manis kepada SK menawarkan jasa penangguhan penahanan ketika tahap 2 di Kejati Jawa Timur. Untuk membuat korban SK percaya, NR membawa Korban SK ketemu Pejabat terkait, sehingga korban percaya dan menyerahkan uangnya melalui NR. Alhasil, janji penanguhan penahanan tidak terbukti dan kovrban SK melaporkan perkara ke Polda Metro Jaya. Pejabat bintang dua terkait lalu dicopot karena terbukti menyalahgunakan wewenang.

Kepala Humas dan Media LQ Indonesia Lawfirm, Sugi menambahkan LQ menerima kuasa dari para korban penipuan NR dkk lalu mengadakan penelusuran. Diketahui NR mengaku Advokat dan menjanjikan jasa hukum di bulan April dan Mei 2020. Namun setelah ditelusuri, NR baru dilantik Pengadilan Tinggi di September 2020. "Jadi ketika menerima uang dan tandatangan surat kuasa belum menjadi Advokat, disini merupakan dugaan rangkain kata-kata bohong agar korban menyerahkan uang." ***