logo

Pembangunan Manusia Di Papua Barat Terus Dipacu

Pembangunan Manusia Di Papua Barat Terus Dipacu

Dr. Hamzah Khaeriyah Rektor IAIN Sorong
04 Mei 2021 06:15 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Rektor Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, Dr  Hamzah Khaeriyah, mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat, harus terus ditingkatkan.

"Kalau merujuk pada data BPS maka IPM Papua Barat terhitung 2019 hanya pada level 64.70. Meski, agak naik persentasi 0.96 poin dari tahun sebelumnya berada di level 63.74.

"Kenaikkan tersebut masih pada  tingkat sedang karena ternyata IPM di daerah lainnya masih jauh lebih tinggi  dibanding daerah kami ini," kata Hamzah di depan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, di Kampus IAIN Sorong, pekan lalu.

Karena itu, menurut Hamzah, harus ada dukungan positif pemerintah daerah.

Jadi, untuk meningkatkan sumber daya manusia maka sumber daya lainnya,  juga dipacu.

Dikatakan, butuh bea siswa entah dari Pemda atau yayasan juga mungkin swasta di daerah ini. 

Bea siswa ini dimungkinkan anak-anak Papua Barat dididik dan dilatih di luar daerah.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikirim ke luar daerah dari berbagai program  pendidikan termasuk bidang agama.

 Di depan Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Hamzah, mengatakan, Pembangunan manusia di Provinsi Papua Barat pada tahun 2019 terus mengalami kemajuan. Yang,  ditandai dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Papua Barat. Pada tahun 2019, IPM Provinsi Papua Barat mencapai level 64.70. Angka ini, meningkat sebesar 0.96 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada pada level 63.74.

Status pembangunan manusia Provinsi Papua Barat tahun 2019 masih berstatus ”sedang” yang tidak berubah sejak tahun 2012.

IPM Provinsi Papua Barat tahun 2019 mencatat pertumbuhan yang positif sebesar 1.51 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka pertumbuhan ini menjadikan Provinsi Papua Barat menduduki peringkat ke-1 pertumbuhan IPM tercepat se Indonesia.

Selama periode 2018 hingga 2019, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 65.90 tahun, meningkat 0.35 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12.72 tahun, meningkat 0.19 tahun dibandingkan pada 2018.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7.44 tahun, meningkat 0.17 persen  dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai 8.12 juta rupiah pada tahun 2019, meningkat Rp 310 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya (Sumber data: BPS Papua Barat).

"Kini tinggal meningkatkan lagi dorongan Bea Siswa agar SDM Papua banyak yang dididik. Dengan begitu ke depan IPM Papua meningkat bahkan bisa melampaui daerah-daerah di timur Indonesia," kata Hamzah. *** 

Editor : Markon Piliang