logo

Catut Nama Kapolda, Advokat Balik Dilaporkan Nasabah

Catut Nama Kapolda, Advokat Balik Dilaporkan Nasabah

Polda Metro Jaya. (Istimewa)
04 Mei 2021 00:15 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA : Advokat Alvin Lim (AL) ganti dilaporkan nasabah Fikasa ke Polda Metro Jaya. AL bersama rekannya Ph dan Ham yang tergabung dalam LQ Indonesia Law Firm, dituduh terlibat kasus penipuan bilyet 60 nasabah senilai Rp80 miliar yang dilakukan dengan mencatut nama Kapolda dan Irwasda Polda Metro Jaya.

Laporan nasabah disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya Senin (3/5/2021) malam lengkap dengan sejumlah barang bukti.

AL bersama Ph, dan juga advokat Ham dilaporkan atas tuduhan pidana penipuan pasal 378 KUHP.

Kepada awak media, AC nasabah Fikasa mengatakan, bahwa AL telah membuat janji palsu kepada nasabah yang disampaikan melalui pesan chat di group nasabah Fikasa. "AL menyampaikan pesan lewat group bahwa akan digelar SP3 dengan bantuan Kapolda dan Irwasda Polda Metro Jaya," ujar AC kepada awak media di Polda Metro Jaya, Senin (3/5/2021).

Pesan AL via Chat berbunyai: "Surat klien + surat LQ akan kami kasih ke Kapolda. Kapolda akan panggil Kanit, Penyidik dan putuskan SP3".

"Nanti 2 minggu setelah gelar perkara SP3 keluar. Dengan surat itu kita bisa ambil PPJB yang ada di notaris Firman yang pegang PPJB kita".

Karena ada janji manis AL itu, kata AC, nasabah jadi percaya dan menyerahkan bilyetnya untuk segera diproses kerjasamanya. "Tapi setelah lama nasabah menunggu tidak ada realisasi sama sekali terhadap realisasi yang dijanjikan," ungkap AC.

Bahkan, lanjut AC, upaya nasabah untuk mencari tahu perkembangan atas proses yang dijanjikan AL, malah ditanggapinya dengan sinis. "Ketika kita minta Pak AL malah menyangkal sudah menandatangani surat kuasa di awal. Oleh sebab itu, sekarang nasabah mencabut kuasa dari pak AL dan meminta bilyet yang aslinya untuk dikembalikan kepada nasabah," terang AC.

AC menyebutkan bahwa AL dinilai tidak punya itikad baik dan lari dari tanggung jawab atas apa yang dijanjikannya kepada nasabah. "Terakhir kali kita kirim (bilyet) itu ke pak Alvin. Kita gak tau lagi apakah sekarang ditangan pak AL atau dia sudah memberikan ke pihak Fikasa. Jadi jadi dua-duanya kita somasi," jelasnya.

"Tapi dari pihak Fikasa sudah mengirim jawaban kalau dari pihak Fikasa itu belum menerima bilyet asli sama sekali, jadi kemaren kita meminta ke pihak pak AL untuk mengembalikan bilyet kita," sambung AC.

AC berharap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran turun tangan membantu nasib para nasabah yang sudah lama menunggu adanya perdamaian atas kasus ini. "Kami selalu dipermainkan dengan janji-janji palsu. Bilyet asli milik kita supaya dikembalikan, kita mohon agar kasus hukumnya segera cepat diproses," pintanya.

AC juga berharap agar kedepan kasus-kasus semacam ini tidak terjadi lagi. Terutama terkait adanya kuasa hukum yang mencatut nama Kapolda dengan maksud mengambil keuntungan sendiri. "Sampai nama Kapolda dicatut,  itu kan tidak pantas, nasabah hanya jadi korban dijanji-janji, tapi ternyata realisasinya tidak ada," sesal AC.

Karena itu pula, Ia mendesak agar kasus dugaan penipuan  yang dilakukan AL segera diusut sesuai perbuatannya. "Kami minta segera diproses secara hukum dan bilyet asli kami segera dikembalikan ke nasabah," pungkasnya.**

Editor : Markon Piliang