logo

Panggung Kahanan, Hentakan Rancak Tarian Kuda Lumping

Panggung Kahanan, Hentakan Rancak Tarian Kuda Lumping

Aksi panggung tari Kuda Lumping
28 April 2021 18:13 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - MAGELANG: Alunan merdu gamelan mengiringi para penari kuda lumping. Gaung gong menghentak seiring irama gamelan lain, mengawali pertunjukan Sanggar Seni Wahyu Eko Budoyo Temanggung di Panggung Kahanan road show, Rabu (28/4/2021).

Pagelaran seni budaya yang disiarkan secara virtual ini dihelat di Pendopo Joglo Rumah Dinas Wali Kota Magelang dan berlangsung meriah. Selain kuda lumping, Panggung Kahanan juga dimeriahkan Woro Widowati, Justin Liee, dan seniman musik se Karesidenan Kedu.

Selain itu, disajikan pula pemutaran film pendek "Kendang Keriuk" yang disutradarai sienas muda Magelang Gepeng Nugroho.

Lincah dan atraktifnya penari kuda lumping menjadi daya tarik penonton. Apalagi diiringi suara musik dari gamelan yang masih terbilang baru. Satu set gamelan milik Kuda Lumping Wahyu Eko Budoyo adalah bantuan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pimpinan Kuda Lumping Wahyu Eko Budoyo, Agus Setyawan, menuturkan kesenian tari kuda lumping sudah berjalan turun temurun dari leluhur di desanya. Hingga kini, masih dileastarikan.

"Tiap minggu kita latihan, meski tidak ada tanggapan saat pandemi. Ini bentuk semangat kami dalam melestarikan kesenian," ujarnya.

Semangat seniman itu direspon baik Gubernur, dengan memberi bantuan berupa alat gamelan. Bahkan, bantuan itu bukan hanya kelompoknya saja yang menerima. Ia mencatat ada sekitar 80 desa di Kabupaten Temanggung yang menerima bantuan serupa.

"Kurang lebih ada 80 desa yang mendapar bantuan gamelan. Nilainya macam-macam, mulai dari Rp75 juta sampai Rp200 juta. Disesuaikan kebutuhan," lanjutnya.

Panggung Kahanan kali ini sebagai pembuktian keseriusan seniman dalam melestarikan seni.

"Ini sangat bermanfaat bagi seniman, menjadi ruang ekspresi. Harapannya dapat diselenggarapan di tiap daerah," jelasnya.

Hal serupa disampaikan Reviana, bassis Relita Modern Band asal Temanggung yang merasa mendapat perhatian setelah adanya Panggung Kahanan.

"Band ini diresmikan 2018, setelah pandemi job menjadi sepi. Ada satu, dua tanggapan tapi harus protokol ketat. Panggung Kahanan ini sangat bagus untuk ekspresi seniman," tandasnya.

Panggung Kahanan kali pertama digelar pada Ramadan 2020 di rumah dinas gubernur Jateng dan saat ini sudah menginjak putaran ketiga. Pagelaran secara daring ini merupakan respon Ganjar untuk membantu para seniman agar tetap kreatif di masa pandemi.

Pada Ramadan tahun ini Panggung Kahanan digelar di enam kota. Dimulai dari Kendal, Pati, Kota Magelang, Banyumas, Kota Surakarta, dan Kota Pekalongan.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH