logo

Manjaga Imunitas Saat Pandemi Di Bulan Ramadhan

Manjaga Imunitas Saat Pandemi Di Bulan Ramadhan

20 April 2021 21:45 WIB

SuaraKarya.id - Oleh: dr.Bagus Taufiqur Rachman, SpU, MARS

Akhir tahun 2019 adalah awal virus Covid-19 ditemukan di Wuhan, China. Kemudian virus ini mulai menyebar antar manusia melalui berbagai perantara. WHO mendeklarasikan Corona virus disease (Covid-19) sebagai pandemi yang artinya menyebarluas sampai ke seluruh bagian dunia. Tidak terkecuali negara kita yang medapatkan kasus pertama virus Covid-19 diawal tahun 2020. Gejala yang timbul pada orang yang terinfeksi virus Covid-19 berbeda-beda tergantung dengan kekuatan imunitas masing-masing tubuh. Ada yang gejala ringan atau sedang seperti demam dan batuk dan kebanyakan sembuh dalam beberapa minggu. Namun, pada sebagian orang dengan risiko tinggi seperti orang usia lanjut, orang dengan riwayat penyakit darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit jantung dan penyakit kronislainnya virus Covid-19 dapat menyebabkan gejala berat. 

Penyakit akibat virus umunya “self-limiting disease” atau dapat sembuh sendiri dengan mengandalkan sistem imunitas. Lalu, apakah sistem imunitas itu? Sistem imunitas adalah kemampuan pertahanan makhluk hidup untuk mengenal suatu benda asing ditubuh. Benda asing tersebut dapat berasal dari luar maupun dalam tubuh sendiri. Contoh benda asing yang berasal dari luar adalah bakteri, virus, parasit, jamur, debu dan serbuk sari. Sedangkan benda asing dari dalam tubuh dapat berupa sel mati atau sel yang berubah bentuk. Imunitas tubuh kita dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, faktor metabolik, faktor lingkungan, faktor gizi, faktor kesehatan, faktor umur, faktor konsumsi obat-obatan dan faktor mikroba. Oleh karena itu kita harus dapat meningkatkan imunitas dalam kondisi pandemi dengan berbagai cara dibawah ini.

• Menjagasistemimundarifaktor internal

o Nutrisi, makanan yang diajurkan adalah makanan yang kaya dengan serat yaitu sayur dan buah. Mengkonsumsi produk fermentasi seperti acar dan 

yoghurt dapat meningkatkan jumlah probiotik tubuh. Kurangi makanan yang mengandung lemak dan gula berlebihan karena dapat menyebabkan ‘stress’ pada sistem imun.

o Olahraga, dapat meningkatkan aliran darah keseluruh tubuh sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Olahraga fisik disarankan selama 30 menit perhari. Lakukan 3-5x dalam seminggu.

o Vitamin, direkomendasikan mengkonsumsi vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan dosis dewasa yaitu 75-90 mg. Vitamin C dosis tinggi 500-2000 mg bagi penderita Covid-19sesuai kondisi tubuh. Vitamin D dapat mendukung aktivasi imunitasterhadap infeksi bakteri dan virus dengan dosis per hari 15 mcg (600IU). Vitamin E bersifat antioksi dan dengan dosis 15mg/hari.

o Istirahat, cukupi waktu istirahat baik secara kualitas dan kuantitas. Normalnya untuk orang dewasa 7-8 jam per/hari sedangkan remaja dan anak-anak 9-10 jam/hari.

o Mengontrol stress, respon tubuh dalam menghadapi stress berkepanjangan adalah pengeluaran hormon kortisol yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh.

• MenjagaI munitas dari faktor eksternal

o Melaksanakan 3M (Menjaga jarak, Memakai masker dan Mencuci tangan). Jika kalian terpaksamemilikiaktivitas di luar rumah.Jangan lupa membawa masker ganda, hand sainitizer atau sabun cucitangan, dan barang pribadi seperti alat sholat. Jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu menjaga jarak aman 1-2 meter, memakai masker dianjurkan untuk menggunakan masker dua lapis yaitu masker medisdan masker kain, serta mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Membersihkan diri sebelum masuk rumah agar tidak beresiko membawa virus kedalam rumah.

o Vaksinasi. vaksin Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu sampai sekarang. Jika kalian melakukan vaksinasi artinya sudahturut membantu menghentikan peningkatan kasus Covid-19 dengan cara membuat sistem kekebalan kelompok/herd immunity yang dapat melindungi tidak hanya diri sendiri tapi juga orang lain. Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomer 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 menyebutkan vaksinasi tidak membatalkan puasa, dan boleh dilakukan selama berbulan puasa.

Bulan Ramadan ini adalah kali kedua umat muslim menjalani ibadahpuasa di tengah pandemi Covid-19. Terdapat tantangan tersendiri berpuasa di tengah pandemi dengan kondisi tubuh tidak makan dan minum selama 12 jam tetapi harus tetap menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari paparan virus Covid-19. Atau apabila pun tubuh terkena virus Covid-19 memiliki respon yang kuat sehingga tidak bergejala ataubergejala ringan. Selama bulan Ramadhan kita memiliki tradisi yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti buka bersama, membeli hidangan berbuka puasa atau sahur on the road

Usahakan kita semua berpartisipasi dalam mencegah kerumunan, menjalankan protokol kesehatan serta mengimplementasikan saran yang sudah dipaparkan sebelumnya. Tujuannya untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang disekitar kita. Semoga kita semua selalu diberikankesehatan oleh Allah Subhanallahu wata’ala.

dr.Bagus Taufiqur Rachman, SpU, MARS-Dokter Spesalis Urologi RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi.

Editor : Markon Piliang