logo

Warga Terkesan Pernyataan Mahasiswa IAIN Sorong, Jangan Jadikan Sungai TPA

Warga Terkesan Pernyataan  Mahasiswa IAIN Sorong, Jangan Jadikan Sungai TPA

18 April 2021 01:59 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Warga  kota  Sorong terkesan dengan pernyataan  sejumlah mahasiswa IAIN Sorong ketika melakukan pengabdian masyarakat di kota  ini  beberapa waktu lalu. “Jangan jadikan  sungai Remu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah,” kata para mahasiswa tersebut.

Pernyataan  mahasiswa IAIN tersebut  ketika menyaksikan  bantaran sungai. Bahkan,  aliran sungai Remu, pusat Kota Sorong  itu terkesan dijadikan warga sebagai tempat pembuangan  Akhir (TPA) sampah .

“Kami, warga yang mendiami  alur sungai Remu selalu dianggap bersalah karena membuang sampah langsung ke sungai. Padahal yang sering membuang sampah  ke sungai Remu, di tengah malam adalah warga  yang tinggal jauh dari bantaran sungai ,”kata Ny. Salma kepada suarakarya.id di Sorong, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Ny. Salma, sebenarnya, yang sering  menggagas pembersihan sampah di sungai Remu ini adalah mahasiswa IAIN Sorong, yang kebetulan melakukan KKN di  kota  ini. Namun, sudah cukup lama  mahasiswa perguruan tinggi tersebut tak  datang di sungai Remu, kebetulan  mungkin karena Covid-19 ini,” ujar Ny. Salma.

Mahasiswa  Institut  Agama Islam Negeri (IAIN))  Sorong yang  sebelum  pandemi Covid-19,  melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mengimbau warga Kota Sorong. Maksudnya,  untuk tidak menjadikan sungai Remu  yang membelah kota ini  sebagai tempat  pembuangan akhir (TPA).

Aliran  Sungai  Remu  ini dijadikan  TPA  bagi  warga  yang tak bertanggungjawab. Akibatnya, terjadi   pencemaran,  karena  kantong plastik dan  limbah cair rumah  tangga yang  dialirkan langsung  ke sungai.  

Masyarakat sekitarnya, terganggu dengan bau tersebut karena mengganggu aktivitas dan menurunkan nafsu makan.

Di beberapa titik tertentu di  aliran sungai ini, kerap kali dijumpai sejumlah  industri rumahan  yang berada tepat di bantaran sungai.

Bahkan, terdapat paralon dengan berbagai ukuran menjuntai langsung ke arah sungai. Paralon itu mengeluarkan cairan yang diduga merupakan limbah dari industri rumahan  maupun rumah tangga.

Salah satu warga  di sekitar  aliran Sungai  Remu ini, mengatakan,  sungai ini  menjadi salah satu tempat pembuangan limbah,  industri rumahan, hingga limbah rumah tangga.

Limbah berasal dari hasil pembuatan tahu dan tempe merupakan salah satu jenis limbah yang berada di sekitar wilayah tersebut.

Debit air yang kecil karena musim kemarau tentu semakin memperburuk aroma busuk yang ditimbulkan kala angin berhembus kencang maupun sedang.

Selain bau busuk yang ditimbulkan, warga juga kerap kali mengeluhkan banyaknya nyamuk ketika siang ataupun malam hari.

“Apalagi kalau masuk habis Maghrib, tengah malam, dan Subuh, bau banget,” ujar  Simon, salah satu warga sekitar Bantaran sungai Remu itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sorong, Kelly Kambu, mengatakan, pihaknya selalu mengimbau warga sekitar bantaran sungai untuk  menjaga  kebersihan sungai  tersebut. Utamanya , warga harus mengantisipasi banjir yang sering  sangat ekstrem.

Ia, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang peduli terhadap kebersihan  sungai Remu tersebut.

 “Kami memang selalu mengimbau warga di sekitar bantaran sungai agar tidak membuang sampah langsung ke sungai. Karena itu,  membuat  sungai kotor,”kata Kelly. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH