logo

Proyek Flyover Dan Undepass Bulak Kapal Rusak Pipa PDAM Tirta Bhagasasi

Proyek Flyover Dan Undepass Bulak Kapal Rusak Pipa PDAM Tirta Bhagasasi

Nampak terlihat genangan air yang keluar dari pipa jaringan distribusi di proyek plyover di Jalan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. (FOTO: Dharma/suarakarya.id)
14 April 2021 18:51 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - BEKASI: Pipa Distribusi Umum PDAM Tirta Bhagasasi berdiameter 10 inch mengalami pecah dan rusak. Penyebabnya, proyek pembangunan Plyover dan Underpas yang berlokasi di Jalan Raya Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kepala Cabang Pembantu (KCP) Setia Mekar, Saiful membenarkan terjadi kerusakan pada pipa distribusi utama. Akibat dampak itu, kata dia, pasokan air bersih untuk pelanggan di wilayah Perumnas 3, tidak mengalir.

"Sudah hampir 4 hari sejak hari Minggu (4/4/2021) sore masyarakat Perumnas 3 kekeringan air, karena pasokan air dari PDAM Tirta Bhagasasi tidak mengalir," kata Syaiful saat dihubungi Suarakarya.id, Rabu (14/4/2021). 

Ia menyebut, kerusakan jaringan distribusi itu dikarenakan tiang pancang yang ditanam oleh pihak kontraktor menghantam pipa tersebut.

Adapun kerusakan ini pun sudah dilaporkan ke Kantor Cabang (Kacab) Kota, namun hingga saat ini aliran air yang terdistribusi di wilayah Perumnas 3 belum normal.

"Dari teman-teman teknik Cabang Kota Senin (12/4/2021) kemarin sudah berusaha untuk menyelesaikannya, akan tetapi memang kelihatannya belum selesai. Karena sampai sekarang aliran air ke Perumnas 3 belum juga normal," ujar Syaiful.

Untuk diketahui, hampir 5.000 pelanggan di wilayah Perumnas 3 tidak dapat air selama beberapa hari ini. Padahal saat ini masyarakat sangat membutuhkan air untuk keperluan selama Ramadhan.

Salah satu warga di Jalan Lombok Raya, RW 011, Perumnas 3, Deden sangat menyayangkan distribusi air bersih belum normal. Menurutnya, warga sebagai pelanggan PDAM sangat ketergantungan dengan air PDAM untuk kebutuhan mandi, masak dan minum. 

"Terlebih, di bulan suci Ramadhan ini. Kebutuhan air bersih ini sangat dibutuhkan," keluh Ketua RT 02 ini.

Hingga kini, pihak kontraktor maupun Kementerian PUPR belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto