logo

Tingkatkan Peran BPP Kostratani, Kabupaten Boalemo Studi Tiru Ke Bone Bolango

Tingkatkan Peran BPP Kostratani, Kabupaten Boalemo Studi Tiru Ke Bone Bolango

14 April 2021 13:35 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - GORONTALO: Salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian, adalah dengan memperkuat BPP Kostratani. Dalam pelaksanaannya, BPP sebagai Kostratani memiliki peran diantaranya sebagai pusat pembelajaran dan konsultasi agribisnis. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, lewat Kostratani Kementan akan menggenjot pembangunan pertanian.

"Pembangunan pertanian kita lakukan dari lapangan, dari desa dan kecamatan. Pembangunan tersebut kita lakukan melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di kecamatan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan, untuk mendukung upaya itu, pihaknya memperkuat BPP menjadi BPP Kostratani.

"BPP seluruh Indonesia kita perkuat dengan bantuan sarana dan prasarana IT, ada komputer juga jaringan internet, dan lainnya. Dengan bantuan ini peran BPP kita harap semakin optimal," katanya.

Ditambahkan Dedi Nursyamsi, untuk optimalisasi peran tersebut maka dimasing-masing BPP harus tersedia lahan percontohan. 

Untuk mendapatkan pengetahuan lebih mengwnai hal ini, Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo melalui Bidang Penyuluhan melakukan Kegiatan studi tiru di Kabupaten Bone Bolango, 30 Maret 2021.

Kegiatan studi tiru tersebut diikuti oleh Sekretaris Dinas Dewi Rahmawaty lyas, Kepala Bidang Penyuluhan Sarinda Igirisa, Kepala Seksi Ketenagaan Hermanto Payuyu dan beberapa staf dinas. 

Di Kabupaten Bone Bolango, rombongan studi tiru diterima di Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Roswaty Agus, didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Yoana Rahman. 

Dalam sambutannya, Roswaty mengatakan di Kabupaten Bone Bolango setiap BPP memiliki kebun percontohan sesuai dengan komoditi spesifik lokasi dan kreasi penyuluhnya. 

"Salah satu BPP yang melakukan percontohan adalah BPP Kecamatan Bulango Timur dengan komoditi unggulan sayuran dataran rendah" Katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Penyuluhan Bone Bolango, Yoana Rahman. 

"Untuk BPP Kec. Bulango Timur, Sarana Pembelajaran dan Klinik agribisnisnya didiseminasikan melalui Kepo (Kebun percontohan) dengan menampilkan beragam teknologi terapan dan sayuran dataran rendah," tutur Yoana.

Kepo BPP Bultim tidak hanya menjadi sarana belajar bagi penyuluh dan petani tetapi juga digunkan oleh Mahasiswa salah satu perguruan tinggi Gorontalo sebagai lahan Praktek dan Penelitian.

Dalam kunjungannya di Kepo BPP Bultim, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo Dewi Rahmawaty Ilyas mengapresiasi kepo BPP Bultim. 

"Semangat berinovasi dan diseminasi teknologi kepo ini patut ditiru, karena tidak hanya mendiseminasikan teknologi tetapi juga memberikan pendapatan bagi penyuluhnya," kata Dewi.

Lebih lanjut Dewi bertekad akan mengadobsi metode penyuluhan di Kepo Bultim untuk bisa diterapkan di Kabupaten Boalemo. 

Manager Kepo BPP Bultim Ridwan Djafar mengatakan semangat mendiseminasikan teknologi karena menjadi sebuah keharusan sebagai penyuluh pertanian lapangan. 

"Di Kepo Bultim ini, teknologi terapan yang kami laksanakan adalah Budidaya Sayuran Dataran Rendah dengan mengedepankan penggunaan bahan-bahan organik," kata Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan berharap dengan beragamnya jenis sayuran yang dikembangkankan diharapkan nanti masyarakat akan  menanam beragam sayuran dilahan pekarangan dan mengkonsumsi beragam sayuran untuk ketahanan pangan keluarga.***

Editor : Markon Piliang