logo

Rachel Harrison, Mimpi Sendratari Sang Ahli Geologi

 Rachel Harrison, Mimpi Sendratari Sang Ahli Geologi

Sanggar Seni Joglo Pete milik Rachel
10 April 2021 13:11 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - MAGELANG: Sejak tahun 2008 tak lelah keluar masuk tanah Jawa, bekerja mencari urat emas, akhirnya membuka kesadaran Rachel Harrison, ternyata selain emas, tanah Jawa memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni kebudayaan.

Berangkat dari kenyataan tersebur, Rachel kemudian nekat keluar dari pekerjaannya. Ia pun lari ke Magelang demi menekuni tari-tarian Jawa dan bermimpi bisa memainkan sendratari Jawa klasik di Candi Borobudur.

Rachel adalah ahli geologi asli Leicester, Inggris, yang menamatkan doktoralnya di Universitas Tasmania Australia. Bekerja sebagai pencari urat-urat emas di berbagai penjuru dunia, termasuk di tanah Jawa. Tapi kemudian, hatinya lebih tertambat kesenian Jawa. Seni tari menjadi target utamanya.

Beberapa ahli tari Jawa, seperti Wisnu Wahyudi dan Medy Mardiana dari ISI Yogyakarta adalah gurunya. Sejumlah tari klasik Jawa pun dia kuasai, dari Bedhaya, Gambyong, Srikandi Larasati dan lainnya.

Sambil terus menimba dari berbagai sumber kesenian Jawa, Rachel membuka sanggar seni di rumahnya di dusun Pete, Borobudur, Magelang, pada tahun 2016 bernama Sanggar Seni Joglo Pete.

"Impian terbesar saya adalah menggelar sendratari Jawa klasik di Candi Borobudur. Di mana-mana sesuatu yang klasik, apalagi ini kesenian memiliki akar yang sangat kuat di masyarakat. Entah itu di Eropa, Amerika maupun Jawa," kata Rachel, Kamis (8/4/2021).

Setidaknya 12 tarian Jawa klasik, kini diajarkan Rachel secara gratis bagi puluhan anak-anak dan remaja di sanggarnya. Spirit menjaga tradisi Jawa dari Rachel ini, akhirnya menular pada warga sekitar. Bapak-bapak dan ibu-ibu turut mendukung sanggar sebagai pengrawit maupun penabuh gamelan.

Dalam kurun waktu lima tahun, puluhan bahkan ratusan panggung telah dia jamah. Dari pertunjukan kaki lima hingga kolaborasi seniman antarbangsa. Pada Kamis (8/4/2021) itu, di kediamannya yang menghadap langsung ke Candi Borobudur, Rachel bersama penari-penari cilik menyuguhkan beberapa tarian di hadapan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Kunjungan Ganjar ke sanggar seni Joglo Pete, merupakan salah satu rangkaian acara keliling di kawasan Borobudur. Karena oleh pemerintah pusat ia ditunjuk sebagai mandor pembangunan The New Order of Borobudur Temple. Selain infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia juga jadi fokusnya.

"Biar tidak jadi kawasan wisata kering, kaku yang hanya mengandalkan bangunan fisik. Tapi juga benar-benar dihidupi dengan kesenian dan budaya masyarakat setempat. Sanggar-sanggar kesenian seperti Joglo Pete ini adalah jantungnya Borobudur," katanya.

Bahkan Ganjar sangat mengapresiasi mimpi Rachel yang ingin mementaskan sendratari Jawa klasik di halaman candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

"Sebelum ke sini, saya juga melihat proses menari di Balai Konservasi Borobudur, di sana mereka latihan tari yang terinspirasi dari reliaf-relief di candi Borobudur. Itu jadi ide yang sangat menarik untuk direalisasikan dan ini adalah sanggar yang sangat bagus," tuturnya.

Mendengar ungkapan Gubernur Jateng, Rachel pun nampak sangat gembira. Hal itu justru semakin membangkitkan spirit Rachel untuk terus berkarya agar bisa menggelar mahakarya bersama Candi Borobudur.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto