logo

Relief Candi Borobudur Mewujud Sebagai Pertunjukan Tari Menarik

 Relief Candi Borobudur Mewujud Sebagai Pertunjukan Tari Menarik

Workshop tari relief Candi Borobudur
09 April 2021 15:36 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - MAGELANG: Relief-relief yang terukir pada dinding Candi Borobudur, tak lama lagi bakal mewujud sebagai suguhan sendratari menarik. Balai Konservasi Candi Borobudur, telah menggandeng sejumlah sanggar tari di Magelang untuk mewujudkan hal itu.

Beragam cerita dalam relief tersebut, telah dipelajari dan dibuat koreografinya. Terdapat lebih dari 1200 relief di Candi Borobudur yang memiliki cerita menarik.

"Kami telah mengkaji potensi relief, dan mengintepretasikan kisah dalam relief itu dalam bentuk tarian. Ada banyak cerita, misalnya Karmawibhangga, Lalitawistara, Jataka Awadana, Gandawyuha dan lain sebagainya," kata Seksi Dokumentasi dan Publikasi Balai Konservasi Borobudur, Isni Wahyuningsih, Kamis (8/4/2021).

Dari cerita-cerita di relief tadi, pihaknya telah membuat koreografi-koreografi untuk diejawantahkan dalam bentuk tari. Untuk mewujudkan itu, Balai Konservasi Borobudur telah menggandeng sangar-sanggar tari dan masyarakat sekitar.

"Ini penting, karena pemaknaan dan nilai-nilai di relief itu diberikan pada generasi penerus untuk pembelajaran. Jadi tidak hanya fisiknya yang kami lestarikan, tapi juga nilainya," jelasnya.

Sebenarnya, lanjut dia, potensi seni tari dari relief candi Borobudur sangat banyak. Namun untuk saat ini, baru enam tarian yang sedang dikembangkan.

"Karena pandemi, workshopnya dibatasi. Kami baru mengembangkan enam tarian dan menggandeng enam sanggar. Tarian kami ambil dari cerita Jataka Awanda, salah satunya kisah Manohara," pungkasnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, begitu senang dengan upaya menggerakkan cerita-cerita relief Candi Borobudur dalam kehidupan nyata. Setelah sebelumnya ia bersama Trie Utami, Dewa Budjana dan Purwatjaraka bersama-sama mewujudkan seni musik yang tertera dalam relief Borobudur, kini ada seni tari yang terinspirasi dari cerita di sana.

"Jadi ini nanti pasti akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik. Setelah tadi saya bahas seni musik, sekarang ada seni tari. Ini luar biasa," jelasnya.

Ganjar memang mendorong pembangunan kawasan Borobudur tak hanya fokus pada bangunan fisik. Namun kesenian, budaya, arsitektur, lingkungan dan lainnya harus juga dikembangkan bersama.***

Editor : Markon Piliang