logo

Pentas OVJ Di Solo, Dalang Parto Dihukum Push Up

  Pentas OVJ Di Solo, Dalang Parto Dihukum Push Up

Dalang OVJ dihukum push up
02 April 2021 13:48 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SOLO: Opera Van Java (OVJ) menjadi salah satu acara televisi yang digemari masyarakat. Dalam acara itu, selalu ada dalang yang galak jika para pemain keluar dari jalur cerita.

Parto Sang Dalang, adalah komedian gaek yang terkenal tegas dan galak pada wayang-wayang OVJ yang bermain. Tapi saat acara puncak Hari Penyiaran Nasional ke-88 di Auditorium RRI Solo, Kamis (1/4/2021), sang dalang OVJ ini dibuat tak berkutik.

Saat memandu acara OVJ, dua wayang yang dipimpinnya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menkominfo, Johnny G Plate. Hasilnya, dalang Parto menjadi korban kejahilan Ganjar yang berperan sebagai Petruk.

Awalnya, Parto berhasil mengerjai wayang-wayang lain, salah satunya Aziz Gagap. Ketika Parto memberikan pertanyaan dan tidak dijawab dengan benar, Parto menyuruh Aziz Gagap push up dan makan belimbing wuluh (belimbang super kecut yang biasa untuk memasak sayur asem).

Parto juga berhasil ngerjain Menkominfo Johnny. Saat ditanya nama kampung Gareng dan tak bisa dijawab, Parto meminta Johnny memakan buah belimbing wuluh.

Ketika ingin ngerjain Ganjar, Parto seolah kena karma. Saat bertanya pada Ganjar nama desa Gareng, Ganjar menjawab Desa Kelir. Padahal dalam cerita itu, desa Gareng bernama Desa Karang Kadempel.

"Betul, Kelir. Itu ada Wali Kota Solo, coba tanya. Betul kan?. Itu lho dijawab betul. Ayo push up," ucap Ganjar.

Parto pun mengikuti perintah tersebut. Juga saat ia ditanya oleh Ganjar apakah sudah divaksin dan Parto menjawab belum, ia juga dihukum makan belimbing wuluh oleh Ganjar.

"Iki dipangan (ini dimakan), soale durung divaksin. Vaksin itu jimat Covid-19," ucap Ganjar dan Parto pun langsung kebingungan.

"Baru kali ini dalang dikerjai sama wayang," ucap Parto bersungut-sungut. 

Dalam cerita itu, OVJ mengambil tema Desa Gareng yang diserang pagebluk Covid-19. Gareng yang kebingungan meminta Semar memberikan jimat. Semar yang tak lain Menkominfo memberikan jimat kepada Semar berupa vaksin.

Sementara Ganjar yang juga dimintai masukan oleh Gareng mengatakan, selain vaksin jurus ampuh melawan pagebluk adalah gotong royong. Untuk itu, ia memberi jimat pada Gareng berupa Jogo Tonggo.

"Jogo tonggo itu menjaga tetangga. Jadi kalau ada yang sakit, diantar ke rumah sakit, kalau ada yang tidak bisa makan, dikasih tetangganya. Ada semangat gotong royong yang dibangun. Kalau itu dijalankan, pasti kita mampu menghadapi pandemi," kata Ganjar.

Ditemui usai acara, Ganjar mengatakan senang bisa terlibat dalam acara itu. Sambil guyon-guyon bisa menjelaskan apa yang jadi cerita dan pesan.

"Konteksnya bagus, tentang protokol kesehatan, vaksin dan kepedulian kita pada sesama. Termasuk bagaimana menggunakan media dengan baik. Kontennya yang sekarang penting dibicarakan bersama agar kita tidak ribut dengan berita negatif," tutupnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto