logo

SK PPPK Diharapkan Bisa Membuat Penyuluh Lebih Semangat

SK PPPK Diharapkan Bisa Membuat Penyuluh Lebih Semangat

04 Maret 2021 15:05 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - AGAM: Untuk lebih memaksimalkan pengembangan sektor pertanian, Kementerian Pertanian mengangkat sejumlah THL penyuluh menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pengangkatan ini juga diharapkan bisa membuat penyuluh lebih semangat lagi untuk.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian.

"Peran penyuluh sangat penting. Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Karena penyuluh harus memastikan produksi pertanian bisa berlangsung dengan baik," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanain (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, juga mengatakan pentingnya peran penyuluh.

"Penyuluh harus terus mendampingi petani. Penyuluh harus turun ke lapangan, memastikan pertanian tidak terganggu," katanya. 

Dedi menegaskan, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh terganggu, pertanian tidak boleh bermasalah.

"Karena pertanian harus terus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," katanya. 

Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, penyerahan SK PPPK dilakukan Bupati Andri Warman, di Balairung Agam, Senin (1/3).

PPPK yang menerima SK pengangkatan ini sebanyak 153 orang. Dari 153 orang tersebut, 25 diantaranya merupakan penyuluh pertanian dengan rincian, 22 orang THL penyuluh pertanian, 2 orang THL perkebunan dan satu orang medik veteriner.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, Sekdakab Agam, Martias Wanto, para asisten di Setdakab Agam, Kepala BKPSDM Agam, Budi Perwiranegara, Kadis Pertanian Arief Restu dan pimpinan OPD lainnya.

“Selamat kepada bapak ibu sudah menerima SK PPPK, semoga ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik ke depan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Bupati.

Diyakininya, penerima SK itu telah lama mengabdikan diri di Kabupaten Agam, meski diangkat jadi PPPK, tapi secara prinsip hak dan kewajibannya sama dengan PNS, yang membedakan hanya hak pensiunan. Setidaknya, kata bupati, status meningkat dari honorer menjadi PPPK.

Bupati yang akrab disapa AWR ini mengaku bangga, karena di awal jabatannya sebagai Bupati Agam, tandatangannya dibubuhkan ke SK PPPK.

“Semoga dengan telah diangkat jadi PPPK, kinerja juga jadi meningkat, supaya Agam lebih maju yang kita cita-citakan dapat terwujud,” sebutnya.***

Editor : Markon Piliang