logo

Perusahaan Agar Daftarkan Pekerjanya Pada Empat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

 Perusahaan Agar Daftarkan Pekerjanya Pada Empat Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan (Sudinakertrans) Sudrajad SE MM.(foto,ist)
28 Februari 2021 21:19 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: TIap perusahaan agar mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam empat program jaminan sosial ketenagakerjaan. Yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Demikian dikemukakan Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Selatan (Sudinakertrans) Sudrajad SE MM, dalam sambutannya saat membuka acara webinar Kantor Cabang Jakarta Mampang, dari Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Webina bertema "Budaya 3M dan K3 Untuk Melindungi Pekerja dan Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada Semua Sektor Usaha dalam Masa Pandemi Covid-19", digelar dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional 2021. Turut membuka acara Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang, Ali Mugni T.

Webinar dihadiri sedikitnya 100 peserta perwakilan dari perusahaan binaan BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Jakarta Mampang. Sudrajad mengatakan, jaminan sosial merupakan harapan dari seluruh pekerja di Tanah Air, untuk perlindungan dirinya dari risiko-risiko pekerjaan yang membahayakan kesehatan dan jiwanya.

Hal ini, sejalan dengan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di lingkungan kerja dan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di tempat kerja. Tenaga kerja, lanjutnya, adalah salah satu aset penting yang dimiliki oleh sebuah organisasi atau perusahaan.

Untuk itu, organisasi atau perusahaan harus memberikan perlindungan dalam bentuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada para tenaga kerjanya, dari berbagai potensi bahaya dan ancaman terkait pekerjaan yang dilakukannya. “Pekerja menjadi salah satu kelompok yang berisiko terkena Covid-19. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan khusus terhadap pekerja lewat peran K3 mengingat kasus Covid-19 yang terjadi di para pekerja," tuturnya.

Dengan digelarnya webinar ini, Sudrajad berharao agar tiap pekerja dan perusahaan mengetahui hak dan tanggung jawabnya, serta secara sungguh-sungguh menerapkan K3 di lingkungan kerja.

"Saya apresiasi yang sebesar-besarnya kepada BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang, atas pelaksanaan webinar ini, semoga jaminan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dan jaminan sosial bagi seluruh pekerja terus dapat berjalan secara optimal," ujarnya.

Sehingga, perlu adanya peningkatan kesehatan kerja dan partisipasi pekerja, serta manajemen keadaan darurat untuk menghadapi Covid-19.

Di bagian lain, Kakacab BPJAMSOSTEK Jakarta Mampang Ali Mugni T mengatakan, BPJAMSOSTEK sebagai badan hukum publik yang ditunjuk pemerintah untuk melindungi pekerja di Tanah Air, memiliki andil untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19.

Karenanya, sejumlah kegiatan gencar dijalankan sejak awal pandemi, yaitu berupa pemberian bantuan alat pelindung diri (APD) ke tenaga medis, pembagian corona safety kit ke peserta, vitamin, dan keringanan berupa relaksasi iuran bagi perusahaan. Tidak hanya itu, imbuhnya, bagi setiap tenaga kerja yang bekerja di sarana pelayanan kesehatan Covid-19 yang terpapar Covid-19, akan ditanggung BPJAMSOSTEK karena termasuk kategori sakit akibat kecelakaan kerja.

“Tenaga kerja tersebut termasuk tenaga pendukung lainnya, seperti cleaning service dan relawan,” jelasnya.

Berkaitan dengan peringatan Bulan K3 Nasional 2021, Ali Mugni T berharap pandemi ini segera berakhir dengan terus mengikuti protocol Pencegahan dan Mitigasi Covid-19 yang ditetapkan oleh International Labour Organization.

“Kita berdoa semoga dengan adanya pelaksanaan vaksininasi dapat mengatasi Covid-19, sehingga kondisi ini semua segera pulih. Dengan begitu, kelangsungan usaha para pekerja kembali normal,” tuturnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto