logo

Serahkan Santunan, Mensos Nyatakan Bela Sungkawa Pada Korban Longsor Pamekasan

Serahkan Santunan, Mensos Nyatakan Bela Sungkawa Pada Korban Longsor Pamekasan

Mensos Tri Rismaharini (kiri) didampingi Plh Direktur PSKBA Rachmat Koesna dan Kadinsos Kab Pemekasan menyerahkan santunan kepada pimpinan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annidhamiyah KH Muhaidi.(foto,ist)
28 Februari 2021 18:18 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PAMEKASAN: Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan penanganan pascabencana tanah longsor di Pamekasan, Jawa Timur. Penanganan tersebut berupa pemberian santunan bagi keluarga ahli waris dan Layanan Dampak Psikososial (LDP) trauma healing bagi para korban bencana.

“Pertama, menyampaikan ucapan bela sungkawa dari Bapak Presiden, sekaligus menyerahkan santunan bagi keluarga korban di pondok ini,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, di Pondok Pesantren Annidhamiyah Dusun Jepun, Desa Bindang Kecamatan Pasean, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021).

Dalam penyerahkan tersebut, Mensos didampingi Plh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Rachmat Kusnadi. Hadir pula Kadinsos Pamekasan, perwakilan BRSAMPK dan TRC Antasena Magelang, pengasuh Ponpes KH Muhaidi, serta perwakilan Bhayangkari cabang Pasean, Camat dan Kepala Desa.

Mensos mengatakan, kondisi curah hujan tidak bisa diterka dan sebaiknya memang di daerah-daerah yang rawan terutama di daerah lereng-lereng, agar warga menghindari tentu dengan melibatkan pemerintah daerah (Pemda). "Saya juga nitip kepada Pemda untuk mengingatkan warga yang tinggal di lereng-lereng. Untuk selalu waspada agar terhindar dari bencana alam," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kemensos memberikan bantuan bagi ahli waris keluarga korban, baik meninggal maupun korban luka. Presiden juga menitipkan bantuan kepada Ponpes Annidhamiyah. “Kami menyerahkan santunan bagi keluarga ahli waris dan korban luka, juga kami menyampaikan ada sedikit bantuan dari bapak Presiden untuk Ponpes," ungkap Mensos.

Di bagian lain, Pimpinan sekaligus Pengasuh Ponpes Annidhamiyah KH Muhaidi menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Menteri Sosial, yang telah memberikan santunan bagi keluarga korban dan membantu untuk perbaikan fasilitas Pondok puteri.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden dan Mensos, yang telah memberikan santunan dan bantuan untuk perbaikan fasilitas pondok puteri. Semoga Allah SWT membalas dengan sebaik-baiknya balasan,” ucap KH Muhaidi mata berkaca-kaca penuh haru.

Seperti diketahui, Ke-5 keluarga santriwati ahli waris bencana tanah longsor mendapatkan Rp 15 juta per keluarga, jadi total senilai Rp 75 juta . Selain itu, 2 korban luka memoeroleh masing-masing Ro 5 juta jadi toal Rp 10 juta. Secara keseluruhan banruan berjumlah Rp 85 juta rupiah. Selain itu, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos) Kemensos memberikan bantuan kewirausahaan untuk pengembangan koperasi, demi kelangsungan Pondok Pesantren sebanyak Rp 50 juta, yang berasal dari dana hibah dalam negeri. Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Antasena Magelang, Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan sebanyak 45 paket.

Yakni alat ibadah mukena, dan tambahan asupan gizi seperti susu, gula, serta biskuit. BRSAMPK Antasena juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) memberikan layanan Layanan Dampak Psikososial (LDP) trauma healing dalam program pondok ceria bagi korban pasca bencana, sejak Kamis (25/2/2021).

Tim diwakili oleh Ihsan, Dharmanto, Ahmad Barizun dan Timbul Saputro. Pasca terjadi bencana tanah longsor lereng setinggi 70 meter menimpa Pondok putri Annidhamiyah yang mengakibatkan tertimbunnya 5 santriwati dan sudah ditemukan semuanya selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga dan Ponpes. Bagi 2 korban luka-luka masih dalam penanganan, bagi korban luka yang mengalami patah tulang kaki sedang menjalani perawatan medis di RSUD Dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, uga diberikan bantuan berupa alat bantu jalan berupa 1 buah krak (tongkat alat bantu jalan).

Dalam penanganan pasca terjadi bencana tanah longsor di Ponpes Annidhamiyah, yang terjadi Rabu (24/2/2021) hadir Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan pilar-pilar sosial. Seperti Karang Taruna, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).***

Editor : Markon Piliang