logo

Henry Indraguna: Mubes Kosgoro 1957 Tak Sesuai AD/ART Organisasi Adalah Ilegal!

Henry Indraguna: Mubes Kosgoro 1957 Tak Sesuai AD/ART Organisasi Adalah Ilegal!

28 Februari 2021 14:13 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Salah satu Sekber dan Kino terbesar pendiri Golkar, yakni Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro 1957) akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) IV Kosgoro 1957 pada awal Maret 2021 di Kota Cirebon. Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 akan menghelat Mubes Kosgoro 1957 tersebut secara daring yang diikuti pemilik suara yakni PDK seluruh Nusantara.

Hal ini harus dilakukan secara virtual karena Indonesia masih darurat pandemi Covid-19. Mubes Kosgoro yang digelar secara daring, merupakan hasil keputusan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) Kosgoro 1957 ke VII, pada 30 Januari 2021 lalu yang dilakukan di Jakarta.

Seluruh peserta sepakat bahwa digelarnya Mubes daring sesuai dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) organisasi dan sebagai ketaatan dan kepatuhan kepada pemerintah sesuai protokol kesehatan (prokes) 5 M untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Keputusan yang diambil dalam Muspinas VII Kosgoro 1957 terkait penyelenggaraan Mubes Kosgoro 1957 sudah sesuai dengan AD/ART Kosgoro 1957.

"Mubes Kosgoro 1957 akan dilaksanakan di Cirebon, pada Tanggal 6-8 Maret 2021. Pengadaan Mubes harus sesuai AD/ART Organisasi. Apabila ada yang mengadakan Mubes Kosgoro 1957 di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh organisasi sah secara hukum itu dianggap ilegal," ujar penasehat ahli Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Henry Indraguna di Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini menegaskan pelaksanaan Mubes Kosgoro 1957 pada masa pandemi Covid-19 dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kesehatan menjadi mandatory yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh peserta mubes.

Henry juga mengingatkan nantinya peserta yang akan menghadiri acara mubes itu adalah peserta yang sudah disepakati dan disetujui oleh mayoritas peserta Muspinas Kosgoro 1957.

"Saya berkeyakinan dan apresiasi tinggi kepada peserta mubes yang menghormati keputusan organisasi sebagai pengejawantahan sikap taat asas dan taat hukum. Sebagai kader Kosgoro 1957 militan yang menjunjung tinggi Tri Dharma (Pengabdian, Kerakyatan, dan Solidaritas), mari kita sukseskan Mubes Kosgoro 1957 di Cirebon secara damai dan demokratis dengan menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan organisasi yang kita cintai dan banggakan bersama ini. Kita jaga kenyaman dan keamanan, demi kelancaran mubes, sebab siapapun nantinya yang akan membuat onar dan berusaha memecah belah Kosgoro 1957, tentu kita akan dengan tegas membawa ke ranah hukum!" tegas lawyer kondang ini.

Henry kembali menandaskan Kosgoro 1957 mendukung dan merespon penuh langkah pemerintah dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19. Dukungan ini ditunjukkan dengan menyelenggarakan Mubes Kosgoro 1957 dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undang yang berlaku.

Sebagaimana diketahui bahwa ormas yang lahir pada tanggal 10 November 1957 oleh Mas Isman dan rekan-rekan pejuang TRIP ini merupakan organisasi yang didirikan berdasarkan hukum positif Republik Indonesia dan telah mendapatkan pengesahan yang sah serta terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, berdasarkan Pasal 15 Ayat 1 Undang-Undang No.17 tahun 2013 tentang Orgamas yang berbunyi:

"Ormas berbadan hukum dinyatakan terdaftar setelah mendapatkan pengesahan badan hukum".

Sedangkan juncto Pasal 5 ayat 1 Peraturan pemerintah No 58 Tahun 2016 Tentang Pelaksana Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan yang berbunyi:

"Organisasi berbadan hukum dinyatakan terdaftar setelah mendapatkan pengesahan badan hukum dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang hukum dan hak asasi manusia."

Dari dasar-dasar hukum ini, Henry berkata telah jelas Kosgoro 1957 merupakan organisasi dan kepengurusan yang sah dihadapan hukum.

"Oeh karena itu diharapkan kepada semua peserta dapat bekerja sama dengan baik di dalam menjaga jalannya mubes dengan cara tetap menjaga nama baik organisasi dan tidak membuat keonaran apapun dan dalam bentuk apapun serta memilih pemimpin secara demokratis sesuai aspirasi pemilik suara yang dapat membawa perubahan besar bagi kemajuan Kosgoro 1957," jelas kader potensial Kosgoro 1957 ini.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto