logo

Menuju Sirkularitas: Pusat Daur Ulang Sampah Di Kota Tegal Diresmikan

Menuju Sirkularitas: Pusat Daur Ulang Sampah Di Kota Tegal Diresmikan

24 Februari 2021 23:55 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - TEGAL: Pemerintah Kota Tegal meresmikan pusat daur ulang sampah yang berlokasi di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal, Rabu (24/2/2021).

Peresmian pusat daur ulang sampah di Kota Bahari ini setelah resmi bergabung sebagai penyelenggara Program “Yok Yok Ayok Daur Ulang!” bersama dengan Trinseo, Kemasan Group, dan organisasi pendukung lainnya, yakni Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (Inaplas); Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi); Ikatan Pemulung Indonesia (IPI); dan Responsible Care® Indonesia.

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Kota Tegal kembali menyampaikan komitmennya dalam upaya mengatasi permasalahan sampah, dimana menjadi babak baru terlaksananya program percontohan pengelolaan sampah secara end-to-end.

Pusatnya pengelolaan sampah si Kelurahan Mintaragen ini juga menjadi Pusat Pengelolaan Sampah Kota yang pertama di Indonesia setelah terpasangnya mesin pemadat polistirena busa pada00 Maret 2020 lalu, yang kemudian disusul dengan hadirnya mesin predator sampah.

“Kami berkomitmen dalam mengelola sampah melalui sinergi dengan para stakeholder terkait melalui program daur ulang sampah ini untuk mencapai dan menggerakkan ekonomi sirkular,” ujar Dr. Drs. Johardi, MM.,

Sekretariatnya; Daerah Kota Tegal mewakili Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono yang berhalangan hadir.haWali Kota Tegal, kata Sekda Johardi mengatakan bahwa komitmen Pemkot Tegal terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan hidup yang merupakan permasalahan kompleks bagi hampir seluruh daerah tak perlu diragukan.

"Kota Tegal mewujudkannya dengan menjalankan Pasal 12 Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Mulai dari pengelolaan sampah di 21 TPS dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pemanfaatan sampah kantong keresek untuk bahan baku sepatu dan kerajinan lainnya," ujar Walkot Dedy.

Bahkan, jalan di Kompleks Balai Kota Tegal dibuat dari aspal yang dicampur dengan limbah plastik.

Dikatakan Wali Kota, pengelolaan sampah dengan konsep lama yaitu dengan dikumpulkan kemudian diangkut dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), harus ditinggalkan, karena cara tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah sampah.

“Syukur alhamdulillah di awali tahun 2021 ini Kota Tegal telah membuat perubahan tatanan pengelolaan sampah, yang pada mulanya hanya dijadikan kompos, bahan daur ulang, maupun berakhir di TPA, kini telah menggunakan mesin predator yang mampu mengolah hampir semua jenis sampah yang menghasilkan briket sampah,” ungkap Wali Kota Dedy.

Wali Kota Tegal ini juga mengucapkan terima kasih kepada PT Kemasan Ciptatama Sempurna yang telah memberi bantuan CSR berupa mesin predator dan secara resmi dilaunching bertepatan event Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini.

“Dan Kota Tegal merupakan yang pertama di Indonesia yang mengubah sampah menjadi briket melalui mesin predator,” tegas Wali Kota Dedy.

Presiden Direktur PT. Trinseo Materials Indonesia dan Direktur Sustainability Responsible Care® Indonesia, Hanggara Sukandar, yang juga berperan selaku Direktur Konsultan Keberlanjutan untuk Pusat Pengelolaan Sampah Kota Tegal juga menyebut bahwa kolaborasi program daur ulang ini memiliki tujuan akhir untuk mencapai ekonomi sirkular.

“Saya juga merasa sangat bersyukur menjadi Direktur Konsultan untuk Pusat Pengelolaan Sampah Kota Tegal. Kolaborasi ini merupakan contoh sempurna yang menggambarkan bahwa dengan adanya upaya bersama seperti ini, kami membantu menutup loop lingkaran ekonomi sirkular di Indonesia dan sekitarnya,” ungkap Hanggara Sukandar.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi Sulistya selaku Direktur Kemasan Group menekankan pentingnya daur ulang sampah plastik karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Kemasan Group telah menyumbangkan kepada pusat pengelolaan sampah Kota Tegal satu unit mesin pemadat PS dan satu unit mesin predator sampah, yang mana mesin predator sampah tersebut mampu mengolah 20 ton sampah basah setiap hari. Saya berharap ini dapat membantu tercpainya ekonomi sirkular,” jelas Wahyudi Sulistya.

Wahyudi dan Hanggara Sukandar. juga mengucapkan selamat kepada Kota Tegal atas diresmikannya pusat daur ulang sampah yang berlokasi di Kelurahan Mintaragen.

"Semoga program percontohan ini dapat terus berjalan dan dapat menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia,” ucap Hanggara Sukandar.

Acara ini juga didukung dan dihadiri oleh Prispolly Lengkong sebagai Ketua Nasional Ikatan Pemulung Indonesia.

Prispolly mengatakan dirinya perlu mengucapkan selamat kepada Kota Tegal, Kemasan Group dan PT Trinseo Materials Indonesia atas peluncuran program pengelolaan sampah ini.

"Semoga ke depannya semakin banyak kota-kota lain yang mengikuti langkah strategis ini,” ungkapnya.

Program ini akan mengolah sekitar 260 ton sampah per bulan, atau 10 ton per hari di TPS Mintaragen. Sampah yang dapat diolah adalah seluruh jenis sampah selain material besi dan kaca. Program tata kelola sampah ini juga didukung oleh-oleh beberapa organisasi, yakni Responsible Care® Indonesia (RCI), Asosiasi Daur Ulang Sampah Indonesia (Adupi), Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), dan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik & Plastik Indonesia (Inspirasinya).*** 

Editor : Markon Piliang