logo

Sebanyak 47 Motor Diduga Hasil Kejahatan, Disita Polisi

Sebanyak 47 Motor Diduga Hasil Kejahatan, Disita Polisi

Polisi menyita puluhan sepeda motor diduga hasil kejahatan
24 Februari 2021 23:36 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Aparat kepolisian dari Sat Sabhara dan Satreskrim Polresta Surakarta, bersama Brimob Polda Jawa Tengah, mengamankan puluhan sepeda motor dari salah satu rumah warga di Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (24/2/2021). Sebanyak 47 sepeda motor disita dan dibawa ke Mapolresta Surakarta dengan menggunakan dua truk.

Puluhan sepeda motor dari berbagai merek tersebut ditemukan di halaman rumah tersebut dalam keadaan kotor dan berdebu. Sepeda motor tersebut diduga merupakan hasil kejahatan.

Menurut Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak, pihaknya masih akan menyelidiki kemungkinan adanya unsur tindak kejahatan dalam penumpukan sepeda motor tersebut.

"Penyitaan sepeda motor ini berawal saat kita tangkap seorang pria pelaku tindak kekerasan berinisial G. Setelah kita kembangkan, kita geledah rumahnya, kita temukan 47 sepeda motor dan STNK di dalam sebuah tas," jelasnya.

Ade juga mengatakan pihaknya masih akan memdalami dokumen dan mesin dari puluhan sepeda motor yang disita dari rumah kosong tersebut. Sebagian besar sepeda motor yang disita tersebut merupakan motor tua yang banyak dicari kolektor.

Seperti Vespa keluaran lawas, Yamaha F1ZR, Yamaha RX-Z, Suzuki RGR, Suzuki Satria 2 tak, serta Astrea Grand. Selain mengamankan sepeda motor dan STNK, pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi.

Berdasarkan keterangan yang didapat, diketahui G sudah setahun menitipkan puluhan sepeda motor itu di rumah kosong yang digerebek polisi itu. Dengan alasan rumahnya sedang direnovasi.

“Kita masih terus mendalami tindak pidana yang membuatnya menjadi tersangka," katanya.

Sementara itu salah satu warga, Widadi, mengatakan dirinya mengenal G sebagai penjual motor bekas. Puluhan sepeda motor tersejut telah dititipkan di rumah itu selama 1,5 tahun.

"Rumah itu saya yang merawat, dulu mas G datang ke rumah bersama bapaknya untuk pinjam teras buat parkir motor. Katanya, rumahnya lagi renovasi. Dia bilang hanya sebulan tapi kok sampai setahun," pungkasnya. ***

Editor : Markon Piliang