logo

Sudah Dua Pekan 35 Kabupaten/Kota Bebas Zona Merah

 Sudah Dua Pekan 35 Kabupaten/Kota Bebas Zona Merah

Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
23 Februari 2021 12:14 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah terus menunjukkan trend positif. Selama dua pekan berturut-turut, tidak ada satu daerah pun dari 35 Kabupaten/Kota di Jateng yang masuk kategori resiko tinggi atau zona merah Covid-19.

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi Covid-19 yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di gedung A Pemprov Jateng, Senin (22/2/2021).

Dari 5 Kabupaten/Kota yang masuk zona merah pada 25-31 Januari 2021 yakni Kendal, Karanganyar, Cilacap, Blora dan Kebumen, pada dua pekan selanjutnya yakni 1-7 Februari dan 8-14 Februari, tidak ada lagi daerah yang masuk zona merah.

"Angka kasus aktif juga terus mengalami penurunan, dari 8.230 pada pekan sebelumnya, pekan ini kasus aktif hanya 7.300. Case Fatality Rate (CFR) juga menurun dan Recovery Rate (RR) juga mengalami peningkatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo.

Disebutkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit Jateng juga terus menurun, yakni untuk ICU hanya 38,08% dan tempat tidur isolasi hanya 33,01%. Bahkan sejumlah rumah sakit mengusulkan menutup layanan isolasi Covid-19 di tempatnya masing-masing dan menjadikan ruangan-ruangan itu untuk perawatan non Covid-19.

"Sudah banyak yang mengajukan untuk menutup tempat isolasi Covid dan memindahkan untuk perawatan non Covid-19, karena memang jumlahnya terus menurun," ucapnya.

Namun Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta pihak rumah sakit tidak terburu-buru menutup layanan isolasi Covid-19. Meski data menunjukkan penurunan signifikan, namun pengelola rumah sakit tidak boleh menutup layanan tersebut.

"Banyak yang usul agar tempat isolasi difungsikan untuk non Covid. Tapi saya bilang hati-hati, jangan dulu ditutup," kata Ganjar.

Kalau memang jumlah ruang isolasi yang tidak terpakai cukup banyak, Ganjar meminta rumah sakit menyiapkan ruangan itu sebagai cadangan penambahan tempat tidur ICU. Hal itu penting agar ICU di Jawa Tengah aman.

"Apabila memang ada sisa, silahkan dipakai yang lain. Tapi saya minta dilaporkan dan dikonsolidasikan dengan Dinas Kesehatan. Saya minta tidak tergesa-gesa, saya khawatir ini gelombang pertama yang turunnya bagus, dan nanti kita harus berjaga-jaga, mudah-mudahan tidak, kalau muncul gelombang kedua," tegasnya.

Jangan sampai, ketika gelombang kedua muncul, banyak rumah sakit gelagapan menangani itu. Meskipun diyakini, semua rumah sakit memiliki pengalaman dan capaian yang bagus terkait penanganan Covid-19.

"Kita harus berjaga-jaga, kalau terjadi gelombang kedua. Meskipun sekarang tingkat keterisian tempat tidur rendah, tapi jangan terburu-buru menutup layanan Covid-19," pungkasnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH