logo

Dukcapil Beri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalsel

Dukcapil Beri Ganti 14 Ribu Dokumen KK Korban Banjir Kalsel

25 Januari 2021 23:58 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus melakukan operasi tanggap bencana atas musibah banjir yang melanda 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta bencana gempa yang melanda Kabupaten Mamuju hingga Majene di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Aksi tanggap bencana yang dilakukan Ditjen Dukcapil dilakukan dengan mendata serta mengganti dokumen kependudukan yang hilang dan rusak akibat terendam banjir.

"Dukcapil telah terbiasa cepat proaktif memberi layanan penggantian dokumen kependudukan kepada setiap warga terdampak bencana alam, khususnya yang sekarang menimpa mereka akibat bencana banjir di Kalsel dan gempa bumi di Sulbar. Kami telah memberangkatkan dua tim langsung ke daerah terdampak bencana untuk melakukan pelayanan tersebut dan meminta tim untuk segera berkoordinasi terkait apa saja yang dibutuhkan. Sekarang tim sudah bergerak aktif mendata dan mengganti dokumen yang hilang atau rusak tersebut secara gratis," kata Ditjen Dukcapil Prof. Zudan yang ikut memantau pergerakan tim day to day di kantor pusat Dukcapil, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Seperti dilaporkan hingga Minggu (24/1/2021), sebanyak 10 kabupaten/kota masih terimbas banjir Kalimantan Selatan. Kabupaten/kota tersebut antara lain Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Tim Dukcapil Pusat dengan berkoordinasi dan dukungan penuh dari Tim Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota di Kalsel melakukan pemetaan korban yang paling parah terdampak bencana banjir.

"Bila ada korban meninggal kami bekerja sama dengan pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan evakuasi. Setelah jenazah ditemukan dan dibuatkan surat keterangan kematian, maka oleh tim Dukcapil diberikan dokumen akta kematian dan diserahkan langsung kepada keluarga korban," kata Pejabat Penanggung Jawab Wilayah Kalsel di Ditjen Dukcapil, Sukirno.

Begitu pula bila terjadi peristiwa penting seperti pengungsi yang melahirkan, tim Dukcapil akan proaktif memberikan minimal 3 dokumen sekaligus, yakni akta kelahiran, KK baru untuk suami-istri dengan anak yang baru lahir, serta Kartu Identitas Anak.

Tim Dukcapil Pusat melaporkan, rekapitulasi penggantian dokumen kependudukan korban bencana banjir Kalimantan Selatan sebagai berikut:

1. Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 14.418 Kartu Keluarga dan 5 Akta Kematian, dari 19 Desa/Kelurahan;

2. Kabupaten Balangan sebanyak 6 Kartu Keluarga, 1 Akta Kelahiran, dan 16 keping KTP-el dari satu Desa;

3. Kabupaten Tapin sebanyak 260 Kartu Keluarga dari satu Desa;

4. Kabupaten Tanah Laut sebanyak 1.503 Kartu Keluarga dari 11 Desa. Sehingga total jumlah penggantian dokumen kependudukan yaitu: 16.187 Kartu Keluarga; 1 Akta Kelahiran; 5 Akta Kematian; dan 16 KTP-el.

Dirjen Zudan juga berpesan agar tim bala bantuan Dukcapil Pusat dapat menyiapkan perbekalan selama dalam masa pelayanan secara mandiri dan tetap menjaga kesehatan tubuh dengan baik terutama imun saat mereka bertugas. Tentu juga harus mentaati dan menjalankan protokol kesehatan 3M.

“Maka koper dan ransel disiapkan dengan baik. Bawa baju tidur, makanan obat-obatan, vitamin dan APD yang diperlukan. Pengalaman kita turun di beberapa daerah-daerah bencana sebelumnya, kita selalu mandiri bawa makanan yang tahan lama dan baju hangat karena tempat tidur kita belum tentu bagus,” ucap salah satuu pejabat eselon 1 yang berusia muda ini.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto