logo

SidoMuncul Raih Proper Emas: Kuncinya Berkat Upaya Pemberdayaan Masyarakat

SidoMuncul Raih Proper Emas: Kuncinya Berkat Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Direktur SidoMuncul yang juga salah satu owner SidoMuncul menunjukkan penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas capaian perseroan menjaga, mengawal dan merawat kelangsungan lingkungan hidup wilayah pabrik
25 Januari 2021 21:55 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Komitmen tinggi PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk menjaga dan mengawal industri jamu dan farmasinya dengan memenuhi ketentuan regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuahkan hasil nyata.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menganugerahkan peningkatan pemeringkatan dari Proper Hijau menjadi Proper Emas kepada SidoMuncul. Pentasbihan Proper Emas setelah selama empat tahun (dimulai dari tahun 2016-red) memperoleh Proper Hijau secara terus-menerus.

Sebelumnya, produsen jamu asal Semarang ini hanya berhasil meraih penghargaan Proper Biru dan Hijau. Anugerah Proper merupakan upaya Pemerintah Indonesia untuk mendorong perusahaan atau industri agar taat kepada pengelolaan lingkungan hidup demi kelangsungan ekosistem bumi.

Peringkat kinerja anugerah ini dibagi dalam lima katagori warna. Dari aspek ketaatan, minimal warna yang akan diberikan adalah Biru, Merah, dan Hitam. Selanjutnya terdapat katagori Hijau dan Emas untuk korporasi dengan kinerja lebih dari persyaratan yang ditentukan (beyond compliance).

Pada anugerah tahun ini, SidoMuncul berhasil mendapatkan anugerah Proper Emas. Perusahaan jamu dan farmasi termodern berkelas internasional ini telah meraih predikat untuk pertama kalinya sepanjang eksistensinya di tanah air.

“Akhirnya terwujud juga asa kita. Ini selama empat tahun (dari 2016 dapatnya) Proper Hijau terus. Baru tahun ini, kami diberi Proper Emas,” ujar Irwan Hidayat di kantor SidoMuncul, Cipete Raya, Jakarta.

Menurut sulung dari 5 bersaudara generasi ketiga SidoMuncul ini, keberhasilan SidoMuncul meraih katagori Emas tahun ini adalah berkat kerja keras tim Proper Pemberdayaan Masyarakat SidoMuncul dalam upayanya tak kenal lelah, tekun, ulet, dan sabar yang selama ini telah mereka lakukan.

“Pada sektor produksi kami mengefisiensikan sumber energi, (mulai) dari penggunaan listrik (hingga) gas sampai air. Kami juga melakukan gerakan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kegiatan pelestarian keanekaragaman hayati (Kehati) melalui lembaga-lembaga konservasi agrowisata SidoMuncul yang ada di pabrik Ungaran, Jateng,” jelas Irwan.

Influencer ini juga menyebutkan alasan utama mereka mampu meraih prestasi membanggakan ini adalah berkat upaya pemberdayaan masyarakat.

“Kami melakukan upaya pemberdayaan pada desa-desa di sekitar pabrik. Sasarannya ibu rumah tangga yang tidak bekerja melalui kegiatan produksi makanan olahan dengan branding ‘Mbok Jajan’. Selain itu, kami juga memberdayakan kelompok tani agar mereka tetap bisa survive dan tetap bertani sehingga bisa menghasilkan hasil pertanian untuk masyarakat banyak,” tambahnya.

Irwan mengaku berkat penghargaan Proper Emas, SidoMuncul terpacu untuk berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Mereka akan terus berupaya menumbuhkan kesadaran untuk melindungi lingkungan sekitar dan ekosistem terus terjaga," ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan SidoMuncul agar menjadi perusahaan yang taat pada pengelolaan lingkungan hidup dan menjaga keanekaragaman hayati adalah membuat instalasi pembuangan air limbah secara aman.

Upaya ini dilakukan, kata Irwan agar tidak mencemari lingkungan di sekitar pabrik. Biaya yang ditaksir untuk membuat instalasi pembuangan limbah tersebut membutuhkan dana Rp 30 Miliar.

“Bagi SidoMuncul, menjaga dan merawat bisnis itu sama dengan menjaga lingkungan. Jika bisnisnya sukses, lingkungannya juga harus sukses,” tutur Irwan.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan pada penyelenggaraan Proper tahun ini, KLHK menambahkan kriteria baru untuk sensitivitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan. Kriteria ini ditambahkan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan dalam menghadapi krisis kesehatan dunia akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya saat menghadiri langsung acara penganugerahan di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Menteri Siti mengatakan penambahan kriteria tersebut didasari pada situasi pandemi Covid-19. KLHK ingin perusahaan memiliki komitmen dalam memberikan perlindungan kepada karyawannya. Terutama, di saat masa sulit seperti sekarang dengan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Berharap perusahaan tidak asal PHK. Selain itu, diharapkan dunia usaha dapat menganalisis risiko, bencana kerentanan sosial, dan lingkungan untuk menyusun strategi keberlanjutan bisnisnya," ucapnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto