logo

Jaksa Yakin Pinangki Terima Suap 500.000 Dolar AS

Jaksa Yakin Pinangki Terima Suap 500.000 Dolar AS

terdakwa Pinangki
25 Januari 2021 19:44 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yanuar Utomo berkeyakinan bahwa terdakwa oknum jaksa Pinangki telah menerima uang down payment sebesar 500.000 dolar Amerika Serikat (AS) dari Djoko Tjandra.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, ahli, terdakwa dan dihubungkan dengan barang bukti dalam perkara ini, diperoleh fakta hukum bahwa benar uang down payment sebesar 500.000 dolar AS," kata jaksa Yanuar Utomo dalam repliknya yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/1/2021).

Uang tersebut, kata JPU, diserahkan Herrijadi Anggakusuma kepada saksi Andi Irfan Jaya di Mal Senayan City Jakarta yang kemudian disampaikan kepada terdakwa Pinangki Sirna Malasari.

Menurut jaksa, terdakwa Pinangki turut menghubungi saksi Anita Kolopaking dan memintanya untuk datang ke Apartemen tempat tinggal terdakwa di Apartemen Darmawangsa Essence, Jalan Darmawangsa X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk mengambil legal fee saksi Anita selaku pengacara Djoko Tjandra. "Selanjutnya saksi Anita Dewi Anggaraeni Kolopaking pun mendatangi apartemen tempat terdakwa tinggal pada sekitar pukul 21.30 Wib bersama dengan suaminya, yakni saksi Wyasa Santosa Kolopaking," kata jaksa.

"Pada saat saksi Anita Dewi Anggaraeni Kolopaking menemui terdakwa di lounge apartemen, dan terdakwa memberikan uang sebesar 50.000 dolar AS kepada saksi Anita Dewi Anggaraeni Kolopaking sebagai pembayaran legal fee," tuturnya. Namun demikian, Anita Kolopaking menanyakan kepada mengapa legal fee yang diberikan hanya sebesar 50.000 dolar AS dan bukan 100.000 dolar AS.

Oleh sebab itu, jaksa Yanuar mengharapkan jika majelis hakim Pengadilan Tipikor  Jakarta agar menolak seluruh pleidoi yang diajukan terdakwa Pinangki maupun tim hukum. "Kami mohon agar majelis hakim menolak pleidoi terdakwa dan penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya," harap Yanuar.

Terdakwa Pinangki Sirna Malasari  sebelumnya dituntut 4 tahun penjara atas kasus penerimaan suap terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk terpidana Djoko Tjandra. Pinangki juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa mengatakan, hal yang memberatkan tuntutan Pinangki akibat dia merupakan aparat penegak hukum yang tidak mendukung program pemerintah dalam rangka memberantas KKN. Sementara hal meringankan Pinangki belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya serta mempunyai anak berusia 4 tahun.***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto