logo

Nose Herbal Indo-UI Teliti Kestabilan Mawar Dan Pegagan Untuk Kosmetik

Nose Herbal Indo-UI Teliti Kestabilan Mawar Dan Pegagan Untuk Kosmetik

24 Januari 2021 02:16 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perusahaan maklon kosmetik di Jakarta, PT. Nose Herbal Indo dan Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian dengan mengambil isu tentang kestabilan bahan alami bunga mawar dan daun pegagan dalam larutan kosmetik.

Kestabilan diperlukan agar bahan alami utuh tersebut tidak cepat terdegradasi di dalam larutan kosmetik. Penelitian dilakukan oleh tim peneliti dari Laboratorium Nano Interfacial Chemistry, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, mulai September 2020 hingga Juli 2021.

Seperti diketahui, PT. Nose Herbal Indo mengutamakan konsep high end, high value, dan high quality, yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, dengan membuat produk kosmetik sesuai dengan konsep dan impian yang diinginkan pelanggan.

Untuk mendukung itu, PT. Nose Herbal Indo telah mengikuti persyaratan standar baik lokal maupun internasional melalui Badan Sertifikasi International yaitu ISO 9001:2015, OHSAS 18001:2007, GMP, CPKB, dan HAS 23101, bahkan sudah bersertifikasi halal yang menjadi "trusted added value" bagi para pebisnis kosmetik. PT. Nose menjamin keamanan dan kehalalan kosmetika dalam setiap rantai proses pembuatannya.

Seperti taglinenya, “You Dream Big, We Make It”, PT. Nose selalu mengutamakan keunikan dan inovasi dalam setiap produk yang dihasilkan.

Melalui riset-riset yang selalu dilakukan secara berkala oleh tim R&D yang kompeten, dengan mengkolaborasikan bahan-bahan seperti ekstrak dari tumbuhan alami dan didukung oleh fasilitas produksi yang mumpuni, PT. Nose senantiasa menghasilkan produk-produk inovasi dengan mutu yang baik dan mampu mengangkat produk lokal kosmetik Indonesia sehingga anak bangsa bangga menggunakan produk buatan Indonesia.

“Hal ini sejalan dengan program BPOM yang mengkampanyekan program Bangga Buatan Indonesia. Demikian juga halnya PT. Nose Herbal Indo sangat mendukung program BPOM tersebut dan mengharapkan agar para pebisnis kecantikan lebih lagi dapat mengedepankan produk lokal buatan Indonesia, yaitu program PT. Nose yang berkolaborasi dengan universitas-universitas ternama di Indonesia melalui sejumlah penelitian dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaru demi memenuhi kebutuhan mayarakat di Indonesia yang sangat mengikuti trend,” ujar Netty selaku R&D PT.Nose Herbalindo di Jakarta, Sabtu (23/1/2021)..

Netty mengungkapkan tren kosmetik saat ini salah satunya adalah memasukkan bahan alami utuh berupa helai mahkota bunga atau helai daun suatu tanaman ke dalam larutan kosmetik. Sehingga, selain penambahan ekstrak yang menutrisi kulit, penambahan bahan alami utuh akan meningkatkan nilai estetika sediaan kosmetik tersebut.

Cara ini membutuhkan inovasi agar bunga yang dimasukkan tetap segar.

“Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan bahan alami utuh, dalam hal ini helai bunga mawar dan daun pegagan agar bertahan lama, tidak mudah terdegradasi atau rusak," jelas Netty..

Salah satu tim peneliti dari PT. Nose Herbal Indo, Cheryl Ariela mengatakan akhir-akhir ini permintaan akan lahan alami utuh dijadikan produk kosmetik meningkat.

“Ini kesempatan besar bagi PT. Nose Herbalindo terutama dikarenakan di Indonesia belum ada yang membuat,” kata Cheryl.

Bahan alami utuh tersebut, lanjut Cheryl, biasanya digunakan pada produk kosmetik berbentuk cairan seperti toner dan sampo.

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara para tim R&D dari PT Nose Herbal Indo dan tim peneliti dari Universitas Indonesia. Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Prof. Dr.Yoki Yulizar, M.Sc. Marcony.

"Surya selaku salah satu peneliti dari UI mengungkapkan, normalnya bagian utuh bahan alami atau tanaman akan terdegradasi dalam larutan kosmetik setelah satu  bukann MB bb?

"Penelitian ini akan memberikan perlakuan (treatment) khusus untuk meningkatkan kestabilan bahan alami sehingga masa simpannya menjadi lebih lama," ungkap Marcony.

Saat ini tahapan penelitian sudah sampai pada tahap uji karakterisasi dan uji kestabilan. Uji kestabilan, lanjut Marcony, mengambil parameter thermal dan fisik bahan alami tersebut.

Marcony berkata penelitian ini terbilang baru di Indonesia. "Karena itu UI sangat menyambut antusias dalam mengembangkan penelitian ini. Selain karena khasiatnya yang bagus untuk kulit, ketersediaan bunga mawar dan daun pegagan di Indonesia cukup banyak dan mudah didapat," ujar Marcony.

Secara khasiat, bunga mawar dan daun pegagan mengandung bahan aktif untuk kesehatan kulit.

"Bunga mawar berkhasiat untuk melembabkan kulit, membantu mengatasi peradangan pada kulit, menangkal radikal bebas perusak sel-sel kulit sehingga membuat kulit tampak awet muda, membantu mengatasi jerawat," ujarnya..

Sedangkan daun pegagan berkhasiat melembabkan kulit, serta membantu mengatasi jerawat dan penuaan dini. Khasiat tersebut, tambah Cheryl menjelaskan, karena bunga mawar mengandung senyawa antosianin dan flavonol dari golongan f vslavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.

Bunga mawar juga berfungsi untuk menghidrasi dan menenangkan kulit (calming). Sedangkan pegagan mengandung senyawa katesin dan kuersetin dari golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan.

Selain itu juga mengandung senyawa asiaticoside yang tergolong sebagai saponin yang berfungsi untuk meningkatkan sintesis kolagen di kulit.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto