logo

Penyiar Dan Pewawancara 400 Tokoh Terkemuka, Inke Maris Telah Berpulang

Penyiar Dan Pewawancara 400 Tokoh Terkemuka, Inke Maris Telah Berpulang

Inke Maris
01 Januari 2021 14:14 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wartawan, penyiar kondang dan ahli komunikasi,  Inke Maris, meninggal dunia dalam usia 72 tahun, Kamis (31/12/2020).  Pemilik nama lengkap Nyi Raden Maria Dinariati Natanegara itu berpulang pukul 19.20 setelah sebelumnya sempat dirawat intensif di rumah sakit karena stroke. 

Meninggalnya Inke diketahui dari  WhatsApp yang dikirimkan oleh suami Inke, Rizal Maris kepada wartawan. "Telah berpulang ke Rahmatullah, istri kami tercinta Ibu Maria Dinariati binti Yusuf Natanegara (Inke Maris) hari Kamis 31 December 2020 pukul. 19.20 WIB," tulis Rizal Maris. 

Alamrhumah disemayamkan di rumah duka Jalan MPR Raya Kav. 8 No. 8, Cilandak Barat. "Mengingat kita masih dalam masa Pandemi, dengan penuh hormat, kami mohon untuk di kirimkan doa saja kepada Inke dan mohon dibukakan pintu maaf seluas luasnya atas segala salah dan khilaf dari Inke selama ini," tulis Rizal lagi.

Kabar duka juga dilansir Inke Maris Associates, konsultan public relations yang dididikan oleh mendiang, melalui Instagram. “Semua akan kembali kepada Tuhan. Dengan sedih kami sampaikan bahwa Ibu Inke Maris (Nyi Raden Maria Dinariati Natanegara, putri Yusuf Natanegara) telah meninggal dunia pada hari Kamis, 31 Desember 2020 pukul 19.20 WIB. Pemakaman akan diinformasikan lebih lanjut,” demikian kabar yang dibagikan akun Instagram Inke Maris Associates.  

Akun tersebut juga menuliskan bahwa Inke Maris menjalani perawatan intensif di rumah sakit Medistra akibat stroke di pengujung 2020. Dikemukakan, banyak upaya telah dilakukan untuk kesembuhannya, tetapi Tuhan memiliki rencana yang lebih besar karena semuanya akan kembali kepada Tuhan.

"Atas nama keluarga besar Inke Maris & Associates, kami menghaturkan terima kasih yang tak terhingga atas perhatian dan doa yang diberikan kepada Ibu Inke tercinta beserta keluarganya," kata Director/Senior Consultant Inke Maris and Associates, Widyaretna Buenastuti seperti dilaporkan iNews.id, Kamis (31/12/2020).. 

Inke yang lahir di Bogor, 7 Desember 1948, dikarunia tiga orang anak. Anak pertama bernama Yuma, kedua Arman, dan terakhir adalah Renata. 

Semasa hidupnya Inke, yang ketika kecil hanya bercita-cita ingin bisa mandiri, merupakan wartawan, penyiar yang disegani, produser dan ahli komunikasi. Inke Maris memegang gelar Master di bidang Komunikasi Massa dari Universitas Leicester, London. Pada  usia yang ke-72 tahun, dia menerima penghargaan dari International Women’s Entrepreneurial Challenge Foundation (The IWEC Foundation) yang berbasis di New York, Amerika Serikat, November 2020 lalu.  

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan khusus bagi perempuan-perempuan entrepreneur pemilik usaha bisnis di seluruh dunia. Pada 1986, Inka Maris mendirikan Inke Maris & Associates dan telah memberikan jasa konsultasi komunikasi kepada banyak klien seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Pekerjaan Umum RI – Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal Cipta Karya.  

Selain sangat dihormati sebagai salah satu jurnalis veteran terkemuka di Indonesia, Inke juga pernah bertindak sebagai produser dalam sinetron di TVRI. Seperti ditulis kompas.com, Harian Kompas, 17 November 1991, memberitakan, Inke menjadi produser di sebuah sinetron raksasa. "Lengkap seluruhnya tampil dalam 26 episode, memakai masa putar sekitar setengah tahun," kata Inke Maris. 

Mantan penyiar BBC London ini menambahkan, "Sejak dulu, cita-cita saya memang membikin serial populer yang ditunggu pemirsa, bukan hanya acara Dunia Dalam Berita malainkan juga serial Jembatan Mas," katanya lagi. 

Pemberitaan Harian Kompas, 15 Maret 1993 menuliskan penyiar terutama pembaca berita, yang bagus harus pernah menjadi reporter. Dia menilai, jika pembaca berita pernah terjun di lapangan, maka informasi yang disampaikannya lebih hidup. "Karena mereka pernah tahu rasanya mengejar berita," katanya. 

Penilaian akan pentingnya pengalaman jurnalistik lapangan bagi penyiar televisi, konon sudah ia terapkan pada lembaga pendidikan yang dikelola bersama suaminya. Inke adalah perempuan yang membentuk dirinya di bidang komunikasi. Penampilannya di TVRI sebagai penyiar hanya seperti puncak gunung dari badan gunung yang lebih besar lagi. 

Di masa pendidikan, Inke menempuh pendidikan SD di Yayasan Perguruan Cikini Jakarta (1960). Kemudian di masa SMP, Inke bersekolah di Yayasan Sumbangsih Jakarta (1963). 
Setelah itu, melanjutkan sekolah di SMA Teladan Jakarta (1966). Selesai SMA, Inke Maris melanjutkan pendidikannya di City Of London Business School (1978).

Pada 1968, Inke memutuskan untuk berangkat ke London mengikuti ayahnya (almarhum) Yusuf Natanegara yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Bagian Ekonomi dan Perdagangan di KBRI London. Dia masuk pendidikan sekretaris sambil belajar bahasa Inggris di Cambridge sebelum bekerja di Radio BBC seksi Indonesia selama 12 tahun.

Berbekal dari luar negeri itu, Inke saat pulang ke Indonesia mendapatkan tugas menjadi penyiar siaran Bahasa Inggris di TVRI. Bersama TVRI, Inke mulai semakin dikenal sebagai penyiar berbahasa Inggris.

Catatan kariernya pun luar bisa. Di melaluinya dengan mewawancarai mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Hilda Thatcher. Kemudian bertemu dan mewawancari Presiden pertama Palestina Yaseer Arafat. Ada nama Perdana Menteri Australia ke-24 Paul Keating dan Perdana Menteri ke-6 India Rajiv Gandh jadi narasumbernya.

Di Indonesia, jangan tanya lagi. Inke pernah berkesempatan mendampingi Tien Soeharto.

Saat itu Inke bersama bergabung bersama Presiden Soeharto melakukan kunjungan resmi untuk menerima penghargaan FAO di Roma, Italia. 

Setidaknya dia telah mewawancarai 400an tokoh terkemuka kelas nasional maupun dunia. Maka, tak perlu diragukan lagi kemampuan komunikasi Inke Maris dan bahkan perlu disadari betapa mengagumkannya sosok pribadi yang cerdas dan begitu banyak mendulang prestasi.

Berbekal pengalaman itu, Inke mendirikan Inke Maris & Associates pada 1986. Dikutip dari laman resminya, Inke Maris & Associates bertugas memberikan nasihat komunikasi strategis kepada banyak klien, dengan fokus khusus pada proyek layanan publik yang dilakukan oleh berbagai departemen pemerintah. Termasuk juga Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dan Kementerian Pekerjaan Umum-Direktorat Jenderal untuk Bina Marga dan Direktorat Jenderal Cipta Karya. 

Lalu, Inke diangkat menjadi staf ahli di kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2001, dan di kantor Menteri Pemberdayaan Perempuan. Ia juga memainkan peran utama dalam pendirian dan pengoperasian media center SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla) selama kampanye pemilihan presiden 2004. Dan juga, menjadi penasihat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2000-2001). 

"Semangat Ibu Inke membangun dunia Public Relations di Indonesia akan kami teruskan," kata Widyaretna Buenastuti. ***