logo

Januari Hingga Desember 2020 Basarnas Kendari Telah Lakukan 67 Operasi Penyelamatan

Januari  Hingga Desember 2020 Basarnas Kendari Telah Lakukan  67 Operasi  Penyelamatan

Foto:Istimewa
26 Desember 2020 16:16 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - KENDARI:  Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Sabtu (26/12/2020), Sulawesi Tenggara, mencatat selama Januari hingga Desember 2020 telah melakukan 67 operasi penyelamatan atau SAR di wilayah kerjanya.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi melalui Humas Basarnas Kendari Wahyudi, di Kendari, Sabtu, mengatakan dari 67 operasi SAR yang dilaksanakan pihaknya, terbagi atas kejadian kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia dan bencana alam.

"Total jumlah operasi SAR yang ditangani per 1 Januari sampai 20 Desember 2020 sebanyak 67 kasus, dengan rincian kecelakaan kapal 39 kejadian, membahayakan manusia 24 kejadian, dan bencana alam 4 kejadian," kata Wahyudi melalui pesan WhatsApp-nya, seperti dilansir Antara.

Dijelaskannya, dari 39 melakukan operasi penyelamatan kecelakaan kapal di antaranya 266 orang selamat, lima orang meninggal dan tujuh orang hilang. Daerah paling banyak kecelakaan kapal menurut Basarnas terbanyak di perairan Wakatobi.

Sementara untuk operasi penyelamatan kejadian membahayakan manusia seperti terseret arus sungai, diterkam buaya, hilang di hutan, tenggelam saat membersihkan kapal dan lainnya, dari 24 operasi SAR di antaranya 58 orang selamat, 14 orang meninggal dan dua orang hilang.

"Untuk operasi penyelamatan bencana alam dari empat kejadian sebanyak 437 orang berhasil diselamatkan, untuk kasus meninggal dan hilang tidak ada," tutur Wahyudi.

Ia menjelaskan untuk korban yang hilang dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ketika operasi SAR hingga memasuki hari ketujuh, maka operasi dihentikan sesuai kesepakatan semua pihak termasuk keluarga korban.

"Untuk korban yang hilang dan tidak ditemukan hingga pencarian hari ketujuh, maka kami berkoordinasi kepada semua pihak termasuk keluarga korban untuk menghentikan pencarian, operasi SAR bisa dilanjutkan ketika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," jelasnya.

Wahyudi mengimbau seluruh masyarakat khususnya nelayan agar dalam melakukan aktivitas terlebih dahulu memperhatikan kelayakan kapal, alat komunikasi, alat keselamatan, dan selalu memperhatikan kondisi cuaca. ***